SOPPENG, BKM — Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Marioriawa bersama tokoh masyarakat (Tomas) setempat menyampaikan sejumlah harapan dan permohonan kepada pemerintah untuk meringankan beban para petani. Hal ini disampaikan ditengah teriknya musim kemarau panjang yang mulai memukul sektor pertanian di wilayahnya.
Salah satu tokoh masyarakat Marioriawa, Asmuri, menyampaikan aspirasi tersebut mewakili suara para petani di tengah kondisi yang semakin sulit ini.
Dia meminta memberikan kemudahan bagi para petani untuk mendapatkan pasokan BBM solar, mengingat kebutuhan bahan bakar sangat mendesak untuk pengolahan lahan dan pengairan di tengah musim kemarau.
Mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan petani mendapatkan Elpiji bersubsidi, dengan melaksanakan operasi pasar yang dipusatkan langsung di lingkungan kantor desa maupun kelurahan agar lebih mudah dijangkau dan terhindar dari kelangkaan serta kenaikan harga.
Menyampaikan rencana dan kebijakan pengadaan SPBU khusus kebutuhan pertanian, serupa dengan fasilitas yang telah disediakan bagi para nelayan, sehingga pasokan bahan bakar bagi petani lebih terjamin dan teratur. Melaksanakan pengaturan penggiliran pelayanan air irigasi, khususnya bagi daerah yang aliran airnya masih memungkinkan untuk dibagi-bagi, agar kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat dapat terpenuhi secara adil.
Asmuri berharap, langkah-langkah ini segera diperhatikan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah demi menyelamatkan usaha tani serta menjaga kesejahteraan para petani di tengah tantangan cuaca yang sedang berlangsung. (ono/D)
