MAKASSAR,BKM.COM–Di tengah ketatnya persaingan pasar modern di Kota Makassar, sebuah langkah inspiratif dihadirkan untuk mendukung pertumbuhan UMKM inklusif.
Sekelompok mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam tim Resourceful Universitas Hasanuddin sekaligus penerima beasiswa Bakti BCA telah menuntaskan rangkaian program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan UMKM ‘Donat Tuli’.
Kegiatan komprehensif ini bertujuan untuk mendukung UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, yang diwujudkan melalui dua agenda utama: akselerasi digitalisasi bisnis (TechUp) dan ruang interaksi sosial kreatif (SweetSign).
Program pengabdian tersebut diawali dengan agenda pertama, yakni TechUp, sebuah workshop cerdas teknologi yang dirancang untuk merespons tantangan digitalisasi UMKM.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber ahli dari Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan serta UPT PLUT Sulawesi Selatan yang memberikan wawasan mendalam terkait strategi pengembangan usaha.
Menyadari bahwa pemberdayaan sosial harus diiringi dengan kemandirian ekonomi, mahasiswa bersama pemateri memberikan pendampingan finansial melalui pengenalan ekosistem pembayaran non-tunai, khususnya pemanfaatan QRIS dan manajemen kas.
Pada ranah pemasaran di sesi TechUp ini, beberapa pelaku UMKM tuli dibekali dengan literasi komunikasi digital yang mencakup optimalisasi WhatsApp Business, pemanfaatan katalog, hingga integrasi dengan platform pengantaran daring seperti GrabFood. Selain itu, pelatihan dasar branding digital menggunakan aplikasi editing sederhana juga diberikan untuk memastikan UMKM memiliki aset visual mandiri yang siap bersaing di media sosial.
Setelah pembekalan teknologi dan operasional rampung, kegiatan dilanjutkan dengan agenda kedua yang bertajuk SweetSign. Agenda ini berfokus pada penciptaan ruang interaksi sosial kreatif yang edukatif. Bekerja sama dengan mitra ahli dari UKM Pusdis Unhas, sebanyak 25 peserta dibekali pemahaman praktis mengenai Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Sesi ini menjembatani peserta untuk berinteraksi langsung dengan komunitas Tuli melalui pengenalan abjad, sapaan dasar, perkenalan, dan materi lainnya.
Interaksi sosial tersebut kemudian disalurkan melalui aktivitas Donut Decorating Workshop. Para peserta diberikan kebebasan berekspresi untuk menghias donat secara berpasangan dan berkelompok. Kemeriahan tidak berhenti pada kreasi kuliner; seluruh karya individual peserta digabungkan dalam Collaborative Box Design Challenge untuk menciptakan sebuah desain kemasan eksklusif yang melambangkan semangat gotong royong dan inklusivitas tanpa batas.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut mendapat respons yang sangat positif dari para peserta maupun pihak UMKM. Aktivitas ini dinilai berhasil memberikan solusi nyata bagi operasional bisnis sekaligus menanamkan empati di tengah masyarakat.
Program pengabdian masyarakat ini dikoordinasikan oleh Ratu Brilian Shaleha dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, bersama dengan rekan-rekan mahasiswa Bakti BCA lainnya. “Melalui inisiatif SweetSign dan TechUp ini, kami ingin membantu UMKM Donat Tuli agar lebih siap menghadapi tantangan pasar modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai inklusivitas yang menjadi ciri khas dan kekuatan utama mereka,” tutur Ratu. Rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan ini diharapkan dapat mendatangkan manfaat jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pihak yang terlibat, terutama bagi UMKM Donat Tuli sebagai mitra utama.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Bakti BCA Unhas berkontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui ruang interaksi dan pemberdayaan penyandang disabilitas, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan literasi digital dan kapasitas operasional UMKM lokal, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui kegiatan edukasi bahasa isyarat yang partisipatif.(rls)
