SINJAI, BKM — Pemkab Sinjai menggelar ujian tertulis berbasis Computer Assisted Test (CAT) bagi bakal calon Kepala Desa Pengganti Antarwaktu (PAW) Desa Samaturue, Kecamatan Tellulimpoe di Ruang Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfo) Sinjai , Senin (27/7)
Ujian CAT sebagai upaya dalam mendorong penyelenggaraan pemerintahan desa yang transparan, objektif, dan akuntabel. Ujian difasilitasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sinjai dan diikuti dua bakal calon kepala desa, yakni Amran dan Taking.
Kedua peserta mengikuti ujian CAT setelah sebelumnya memperoleh nilai yang sama pada tahapan seleksi tambahan. Sesuai mekanisme yang berlaku, tes berbasis komputer tersebut menjadi penentu untuk menetapkan hasil seleksi.
Agar proses berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, pelaksanaan ujian turut disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), panitia pelaksana, serta pihak-pihak terkait.
Kepala DPMD Kabupaten Sinjai, Yuhadi Samad, mengatakan pelaksanaan CAT merupakan bagian dari mekanisme seleksi yang disiapkan pemerintah daerah untuk memastikan proses berlangsung secara adil dan menghasilkan bakal calon kepala desa yang memenuhi ketentuan.
“Sebenarnya ada empat desa yang sama-sama melaksanakan seleksi tambahan karena jumlah bakal calon yang mendaftar lebih dari tiga orang. Namun, Desa Samaturue menjadi satu-satunya desa yang harus melanjutkan ke seleksi tambahan tahap kedua berupa tes CAT karena terdapat bakal calon yang memiliki skor sama,” ujar Yuhadi.
Dia menjelaskan, mekanisme pemilihan Kades Pengganti Antarwaktu tahun ini berbeda dengan pelaksanaan Pilkades serentak sebelumnya. Proses pemilihan dilakukan melalui musyawarah desa, sehingga terdapat peluang bagi para calon untuk mencapai kesepakatan dalam menentukan kepala desa secara aklamasi.
“Tapi kalau tetap menganggap harus ada pemilihan maka serentak panitia akan melakukan Pilkades pada 20 Agustus mendatang,” tambahnya.
Selain Desa Samaturue, Pemilihan Kepala Desa juga dijadwalkan berlangsung di Desa Pattongko, Desa Lembang Lohe, dan Desa Saotengah. Yuhadi berharap seluruh tahapan Pilkades di Kabupaten Sinjai dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif dengan tetap mengedepankan prinsip demokrasi, kejujuran, serta sportivitas.
“Harapan kami, bersama tim pembina, mudah-mudahan panitia penyelenggara dapat menjalankan tugasnya dengan baik, masyarakat desa dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak. Terima kasih juga kepada pihak keamanan yang selama ini mengawal proses tahapan pilkades sehingga berjalan aman dan kondusif,” harapnya.
Pemanfaatan sistem CAT dalam proses seleksi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk menghadirkan tahapan Pilkades yang lebih modern, transparan, dan bebas intervensi, sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang berkualitas. (din/C)

