Site icon Berita Kota Makassar

Makassar Tuan Rumah Rakerkonas APINDO XXXV, Saatnya Dunia Usaha Bersatu Jawab Ketidakpastian Global

JAKARTA, BKM — Kota Makassar akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) APINDO XXXV. Kegiatan ini rencananya digelar 3-5 Agustus 2026.

Ada semangat besar di balik Rakerkonas APINDO tahun ini. Semangat ini diambil dari kalimat “Di tengah dunia yang berubah begitu cepat, bangsa yang mampu bertahan bukanlah bangsa yang paling kuat, melainkan bangsa yang mampu berkolaborasi.”

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) memandang bahwa dunia usaha Indonesia tengah menghadapi ujian yang tidak ringan. Gejolak geopolitik global, fragmentasi perdagangan internasional, pelemahan indikator industri, hingga berbagai tantangan struktural di dalam negeri menjadi sinyal bahwa ekonomi nasional membutuhkan langkah bersama yang lebih terukur dan berani.

Seluruh gambaran tersebut dipaparkan dalam Konferensi Pers Pre-Rakerkonas APINDO XXXV yang berlangsung di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menegaskan bahwa tekanan yang dihadapi dunia usaha saat ini datang secara bersamaan. Mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, tingginya biaya logistik nasional, hingga ketidakpastian ekonomi global yang membuat dunia usaha kehilangan ruang untuk melakukan ekspansi dan efisiensi.

Menurut Shinta, tantangan tersebut tidak cukup dijawab dengan analisis semata. Dunia usaha membutuhkan kepastian regulasi, percepatan implementasi kebijakan, penyelesaian hambatan berusaha secara menyeluruh, serta kolaborasi yang menghasilkan solusi nyata bagi perekonomian Indonesia.

Rakerkonas APINDO XXXV menjadi momentum strategis untuk menghimpun aspirasi pengusaha dari 36 provinsi dan 368 kabupaten/kota menjadi rekomendasi kebijakan yang implementatif.

Seluruh rekomendasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia sebagai bagian dari kontribusi dunia usaha dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Selain membahas tantangan global, APINDO juga menaruh perhatian besar terhadap penguatan sektor UMKM.

Ketua Bidang UMKM APINDO, Ronald Walla, menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia karena memberikan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional, serta menjadi motor utama investasi nasional.

Makassar, Simpul Baru Pertumbuhan Indonesia Timur

Pemilihan Kota Makassar sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. APINDO melihat kawasan timur Indonesia memiliki potensi besar di sektor pangan, energi, perikanan, logistik, dan ekonomi maritim.

Ketua DPP APINDO Sulawesi Selatan, Suhardi, menyebut Rakerkonas menjadi kesempatan emas mempertemukan potensi ekonomi kawasan timur dengan investor nasional maupun internasional. Diperkirakan sekitar seribu peserta, tamu undangan, pengusaha, duta besar, dan pemangku kepentingan akan hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Makassar.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti Business Investment Forum and Expo, sidang-sidang organisasi, forum investasi, dialog lintas sektor, hingga kunjungan ke sentra UMKM. Berbagai menteri, kepala daerah, tokoh nasional, pimpinan organisasi pengusaha, serta perwakilan negara sahabat dijadwalkan hadir dalam forum strategis tersebut.

Bukan Sekadar Agenda Organisasi

Bagi APINDO, Rakerkonas bukanlah kegiatan seremonial tahunan. Forum ini merupakan ruang evaluasi terhadap berbagai program strategis organisasi sekaligus wadah merumuskan arah kebijakan ekonomi yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha di masa depan.

Melalui Rakerkonas XXXV, APINDO ingin menegaskan bahwa membangun ketahanan ekonomi nasional tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, pekerja, akademisi, investor, dan seluruh pemangku kepentingan agar Indonesia mampu menghadapi ketidakpastian global dengan optimisme dan daya saing yang semakin kuat.

Rakerkonas APINDO XXXV bukan sekadar pertemuan para pengusaha. Lebih dari itu, forum ini adalah panggung lahirnya gagasan, tempat bertemunya kepentingan nasional dengan semangat kolaborasi. Dari Makassar, Indonesia mengirim pesan kepada dunia bahwa di tengah badai ketidakpastian global, dunia usaha tetap memilih bergerak, bersinergi, dan menghadirkan solusi.

Karena sejarah selalu ditulis oleh mereka yang tidak berhenti melangkah. Dan dari Makassar, langkah itu kembali dimulai.(rls)

Exit mobile version