MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel terpilih, Ilham Arif Sirajuddin (IAS) tengah pempersiapkan lima kader dalam struktur kepengurusannya.
Dan siapa saja kelima kader dan bagaimana kedekatannya dengan IAS.
Pertama Sittiara Kinang yang pernah tercatat sebagai ASN hingga pejabat menengah di Pemkab Gowa. Sittiara lalu berkomunikasi dengan IAS yang saat itu menjabat Wali Kota Makassar.
Sittiara pindah ke Pemerintah Kota Makassar dengan beberapa jabatan penting yang pernah dipegangnya.
Kedua Rahman Pina (RP) yang saat itu mendapat jabatan sebagai Pimpinan Perusahaan Harian Berita Kota Makassar (BKM) yang masih beralamat di Jalan Abdullah Daeng Sirua.IAS ajak RP untuk bergabung di Golkar Makassar.
Ketika Pileg, RP terpilih sebagai Anggota DPRD Makassar. Dan sempat duduk dua periode. Selanjutnya RP lirik DPRD Sulsel melalui Dapil Makassar B dan mampu mengalahkan petahana Imran Tenri Tata. Pemilu berikutnya RP kembali terpilih dengan menggandeng putrinya yakni Oshien untuk DPRD Makassar.
Ketiga Zulkarnain Z Latief alias Icul. Icul yang pernah menjabat sekretaris DPD KNPI Sulsel mendampingi Andi Niniek Lantara sebelum mereka menikah sudah dekat dengan IAS sejak di FKPPI.
Di Golkar, Icul juga dekat dengan (Alm) Amien Syam, IAS hingga Syahrul Yasin Limpo.Keempat Armin Mustamin Toputiri. Armin juga sama dengan Icul kenal IAS sejak di KNPI Sulsel.
Bahkan jelang Musda, Armin sering berhadapan dengan ketua Golkar Takalar Zulkarnain Arif yang sering membela Appi.
Sementara itu Anggota DPRD Sulsel Andi Patarai Amir belum begitu lama dekat dengan IAS. Mantan Ketua DPRD Maros ini juga menjabat Ketua Depidar SOKSI Sulsel dan yang sejak awal mendukunga IAS.
Kini kelima tokoh iti akan digodong oleh lima formatur yang dipimpin IAS dibantu Muhiddin M Said dari DPP, Dr Salwa Mochtar dari DPD KPPG Sulsel, Andi Fahsar M Padjalangi dari DPD II Golkar Bone serta Ketua DPD II Golkar Luwu Patahuddin.
Saat ini, proses penyusunan kepengurusan baru mulai mengerucut.
Bursa calon Sekretaris semakin ramai setelah dua nama baru, yakni Icul dan Sittiara, masuk dalam radar tim formatur.
Perombakan struktur pengurus menjadi salah satu agenda utama pasca Musda Golkar Sulsel 18 Juli 2026. Selain posisi ketua, jabatan sekretaris, bendahara, dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) menjadi fokus utama karena dinilai memiliki peran strategis dalam menggerakkan organisasi.
Terkait jabatan ketua harian yang selama ini dipegang oleh HA Kadir Halid pada kepemimpinan Dr Taufan Pawe dan Muhiddin, IAS yang dihubungi Senin (27/7) belum memberi respon.
HA Kadir Halid yang juga Ketua Komisi D DPRD Sulsel mengaku belum dapat kabar. “Saya belum dapat kabar” ujar adik kandung Prof Dr HAM Nurdin Halid ini.
Informasi yang berkembang menyebutkan, penetapan nama untuk tiga posisi penting tersebut juga menjadi perhatian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sehingga keputusan akhir akan melalui persetujuan DPP
IAS menjelaskan, hingga kini tim belum menggelar rapat final karena masih membuka ruang bagi organisasi-organisasi di bawah naungan Partai Golkar untuk mengusulkan nama calon pengurus.
Menurut mantan Wali Kota Makassar dua periode tersebut, proses penjaringan itu menjadi tahapan penting sebelum struktur kepengurusan diumumkan kepada publik.
Meski sejumlah nama terus bermunculan, IAS belum memberikan petunjuk mengenai figur yang akan dipilih sebagai sekretaris untuk mendampinginya memimpin DPD I Golkar Sulsel selama lima tahun ke depan. (rif)
