MAKASSAR, BKM — Pemprov Sulsel dan Pemerintah Pusat kembali duduk bersama untuk membicarakan rencana pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) di kawasan Mammimasata.
Rapat dipimpin Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PKP2), Andi Bakti Haruni di ruangan Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel. Sementara pemerintah pusat diwakili Muhammad Zaenal Fatah, Asisten Deputi Kemenko Perekonian yang juga sekaligus mengevaluasi pelaksanaan proyek SPAM di daerah ini.
SPAM Regional Mamminasata merupakan salah satu proyek prioritas pemerintah.
Salah satu yang mengemuka dalam rapat adalah terkait lokasi penetapan Instalasi Penjernihan Air (IPA). Rencana awal akan ditempatkan di wilayah Kecamatan Pattalassang, namun berubah kembali ke Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.
“Karena ada perubahan lokasi, kita harus melakukan beberapa penyesuaian. Termasuk melakukan studi terkait visibility study dan analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal, ” ungkap Andi Bakti.
Selain itu, lanjut dia, persoalan kelembagaan, izin pemanfaatan air permukaan, dan revisi berbagai dokumen juga menjadi pembahasan serius.
Rencana pembangunan SPAM Mamminasata sebenarnya sudah digagas beberapa tahun yang lalu. Nanti hingga saat ini, belum ada realisasi ke pekerjaan fisik. Baru sebatas perencanaan. SPAM yang digagaa tersebut akan memenuhi kebutuhan air minum di Kawasan Mamminasata dengan kapasitas air bersih yang bisa dihasilkan sekitar 2000 liter per detik. Asumsi pembiayaan yang dibutuhkan sekitar Rp1,3 triliun lebih.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Abdul Latif mengatakan lokasi IPA sempat jadi kendala sehingga proyek ini bertahun-tahun tertunda. Kata dia, awalnya ada dua lokasi, lahan Pemprov di Pattalassang dan lahan Pemkot di Somba Opu.
“Akhirnya disepakati lahan Pemkot di Batangkaluku, Somba Opu, Gowa seluas 7 hektare. Karena klepnya sisa dibuka. Jaringannya sudah ada. Layanan air bersih tak terganggu,” ungkapnya belum lama ini.
Untuk pembangunan IPA ini akan memanfaatkan air baku dari bendungan Bili-bili berkapasitas 3.300 liter per detik. Kata Latif, IPA Mamminasata ini direncanakan berkapasitas 1000 liter per detik. Dan akan dibagi ke empat daerah.
“Makassar 600 liter per detik. Gowa 200 liter per detik, Maros 130 liter per detik dan Takalar 70 liter per detik,” urainya.
Latif melanjutkan pengelolaannya tetap akan ditangani Pemprov. Karena SPAM Mamminasata ini proyeknya lintas kabupaten. Termasuk nanti dibahas terkait tarif dan pengawasan distribusi air bersih.
“Ini yang perlu diperkuat lewat perjanjian kerja sama (PKS) nanti,” jelasnya. (rhm)
IPA Mamminasata Direncanakan Berkapasitas 1.000 Liter per Detik
×

