MAKASSAR,BKM–Ratusan massa menggelar aksi menolak hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel, Senin (19/2),sekitar pukul 07.00 Wita. Massa yang mulai berulah akhirnya mendapat perlawanan dari aparat kemananan dari TNI dan Polri. Personil gabungan dari TNI-Polri yang dikerahkan menenteng sejata, dan ada pula yang mengendarai water cannon dan langsung memblokade Kota berjuluk anging Mamiri itu.
Ribuan personel gabungan TNI-Polri langsung melakukan penyisiran dan memblokade kota Makassar.
Pengguna jalan yang hendak melakukan aktifitas di pagi hari, melihat tim gabungan yang menguasai medan jalan dengan mengendarai kendaraannya begitu cepat tampak cemas, lantaran tidak biasanya melihat personel yang mengendarai dengan kecepatan cukup kencang ,mereka personel mengepung Jalan Metro Tanjung Bunga menuju Mall Trans.
Dan ada yang menuju arah Jalan AP.Pettarani,dugaan warga pengguna jalan jika ada kegaduhan hingga personel dengan begitu cepat kelokasi,ternyata kabar ratusan itu adalah sekelompok warga menggelar unjukrasa lantaran mereka tidak terima dari hasil pemilihan kepala daerah.
Saat itu, kelompok massa mendesak agar Ketua KPU keluar untuk menemuinya.Namun massa merasa jika pihak KPU tak menggubrisnya apalagi ingin menemuinya.Tak pelak,warga tersulut, mereka berulah gaduh dengan melakukan pelemparan hingga situasi didepan KPU memanas. Petugas yang sejak awal berjaga-jaga tak mampu meredam aksi gaduh pengunjuk rasa.
Tak lama berselang dari dua arah arus jalan terdengar bunyi sirena mobil petugas gabungan datang melakukan penyisiran terhadap pengunjuk rasa yang berulah.
Massa yang melihat kedatangan petugas gabungan bukannya ciut nyalinya,namun mereka malah melakukan penyerangan, tampak massa memberondong batu diarahkan kemobil dan Water Cannon. Petugas kemudian melepaskan tembakan gas air mata ,hingga pengunjukrasa lari kocar-kacir mengeluarkan air mata.Tak ada jalan lain kecuali memukul mundur massa yang berulah. Belakangan diketahui jika aksi petugas gabungan TNI-Polri yang bikin menangis ratusan kelompok massa ternyata merupakan simulasi dari pengamanan Pilkada serentak 2018 Sulawesi selatan.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda),Sulsel Irjen Pol.Umar Septono mengatakan,pihaknya melakukan simulasi bersama tim Gabungan TNI-Polri untuk mengawal pilkada 2018 di Sulsel aman terkendali. “Jadi sebelum simulasi kami lakukan kami menggelar pengucapan ikrar dan ?kesiapan pengaman kampanye,setelah apel kami gelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (sispamkota) menuju pemilukada damai di Provinsi Sulawesi Selatan di lapangan Trans Studio Makassar ini,” ujar Kapolda
Tujuannnya adalah kesiapan selaku pihak pengamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan baik pada masa kampanye hingga usai perhitungan suara Pemilukada serentak 2018. “Makanya dengan kesiapan kami untuk menghadapi pengawalan Pemilukada diwilayah hukum kami,dengan demikian kami menggelar simulasi dan simulasi yang kami lakukan dengan mengambil tema situasi buruk.Ini dilakukan untuk mengantisipasi akan terjadi hal -hal tidak diinginkan,”jelas Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septo saat menggelar apel sispamkot di lapanga Mall Trans Studio,Senin (19/2)(ish/rif/c)
Massa Berulah, Tolak Hasil Pilgub
×

