BARRU, BKM — Warga Kabupaten Barru diminta mewaspadai virus nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Sesuai laporan program DBD dan Malaria Dinas Kesehatan Kabupaten Barru menyebutkan, dalam dua bulan terakhir periode 2018 sudah ada 22 warga dinyatakan positif DBD.
Staf Program DBD dan Malaria Dinkes Barru, Misbah, yang dikonfirmasi Rabu (28/2) menjelaskan saat ini ada dua warga positif DBD dirawat di Puskesmas Lisu Kecamatan Tanete Riaja dan lima pasien tergolong suspect DBD juga diopname di RSUD Barru. “Penderita DBD sejak tahun 2018 terbilang tinggi karena sudah mencapai 22 penderita dibanding tahun 2017 hanya 18 penderita,” ujar Misbah.
Pihaknya jelas Misbah, Kadinkes telah meminta dilakukan foging di area SD Inpres Barru satu, karena di sekolah itu ada tiga suspect dan dirawat di RSUD Barru. “Petugas Dinkes sudah mendata dan mengechek lokasi sekolah dan rumah anak yang mengalami suspect, ” pungkasnya.
Sementara itu Plt Direktur RSUD Barru, dr Amis, membenarkan jika di RSUD sedang dirawat lima pasien suspect DBD. “Kelima pasien suspect itu kita stabilkan kondisinya, ” ujar dr Amis (udi/C)

