BONE, BKM — Calon Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid menampung keluhan dan aspirasi dari sejumlah warga saat kampanye tatap muka dan dialogis, Sabtu (3/3/2018).
Kampanye itu dilakukan di Lapangan Kelurahan Tanete, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone.
Salah seorang warga, Andi Esse kemudian mengungkapkan harapannya kepada pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar.
Ia menceritakan, ia masih merasa kesulitan membiayai pendidikan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi.
“Semua kandidat sudah tuntas untuk menggratiskan pendidikan di SD, SMP, sampai SMA. Tapi belum ada yang perhatikan biaya kampus yang masih mahal sekali,” ujarnya.
Padahal, ibu lima anak ini harus menanggung beban yang cukup tinggi. Keluarganya yang berlatar belakang petani dirasa tak sanggup untuk menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya.
“Tolong dipikirkan bagaimana nasib kami supaya anak-anak juga bisa berkuliah tanpa terbebani ekonomi,” pintanya dengan nada haru.
Merespons curhat tersebut, NH mengaku telah menyiapkan sejumlah program berkaitan penyediaan pendidikan gratis dan berkualitas di perguruan tinggi.
Melalui Kartu Mahasiswa Pintar, nantinya pemprov akan meringankan beban lewat penyediaan beasiswa.
“Di tahun pertama untuk mahasiswa baru, tidak perlu lagi memikirkan biaya yang harus dikeluarkan untuk kuliah. Semester selanjutnya, beasiswa akan disediakan untuk keluarga kurang mampu,” janjinya.
Tak hanya bagi program sarjana, NH-Aziz juga memprogramkan beasiswa magister dan doktor ke luar negeri.
Sekurang-kurangnya, beasiswa akan disediakan untuk 500 hingga 2.000 orang.
Program tersebut menjadi komitmen NH-Aziz dalam mengembangkan sumber daya manusia Sulsel yang berkualitas dan berdaya saing global. (*)

