SOPPENG,BKM–Polres Soppeng mengadakan simulasi sistem pengamanan kota dalam rangka kesiapan pengamanan Pemilihan Gubernur dan wakil gubernur di Lapangan Gasis Soppeng, Senin (5/3).
Dalam simulasinya diceritakan sekelompok massa yg antusias mengikuti kampanye untuk memenangkan salah satu paslon, kemudian sekelompok massa salah satu pendukung paslon tersebut tidak puas dengan hasil penghitungan suara keputusan KPU.
Massa kemudian mendatangi dan melakukan aksi unjuk rasa yang berujung pelemparan pada anggota yang bertugas di KPU.
Situasi tersebut semakin memanas hingga massa semakin anarkis dan menyerang anggota dengan melempari dan menendang pelindung yang dibawa anggota. Anggota yang bertugas kemudian mengamankan salah satu massa yang di duga sebagai provokator. Massa yang terluka kemudian lansung diamankan oleh petugas PSC.
Simulasi dalam rangka menghadapi Pilgub diikuti beberapa unsur pengamanan seperti TNI, Satpol PP, Damkar dan tenaga medis.
Kapolres Soppeng, Dedi Dewanto mengatakan bahwa fungsi simulasi ini adalah bagaimana mengurangi kesalahan prosedur saat pilkada dan pengamanan kota selama proses pengamanan agar masyarakat bisa merasa aman dan nyaman berpartisipasi dalam Pilkada serentak.
Sementara itu Bupati Soppeng, HA Kaswadi Razak mengatakan bahwa simulasi ini bertujuan agar pengalaman yg pernah terjadi pada tahun 2010 disoppeng yang merupakan kelalalain karena antisipasi kita tidak maksimal jangan sampai terulang lagi, jangan sampai terjadi fitnah. (ton/rif/c)
Polres Soppeng Simulasi Pengamanan
×

