MAROS, BKM — Momen peringatan Hari Musik Nasional yang jatuh setiap tanggal 9 Maret, masih menyimpan banyak harapan dari penggiat musik Indonesia. Utamanya musisi lokal.
Di Kabupaten Maros sendiri, musisi lokal terus berusaha mengembangkan kreativitas dan berkarya. Namun tidak dipungkiri, masih ada beberapa hambatan yang perlu diatasi secara bersama-sama.
Salah seorang personil Eternal Band, Guitarist, M Irsyad Assagaf, kepada wartawan, Jumat (9/3), mengatakan, kondisi beberapa tahun terakhir di Maros, minat pemuda bergelut didunia musik sedang mengalami kondisi redup.
Menurutnya, hal ini bisa saja dipengaruhi kurangnya even yang berhubungan dengan musik. Sehingga dampaknya beberapa studio musik harus gulung tikar. Kondisi tersebut juga terlihat dari tidak adanya investor yang berani membuka peluang usaha bidang musik seperti kursus musik atau studio rekaman.
Berbeda di era 90-an. Hampir tiap pekan ada pagelaran musik yang digelar baik dalam bentuk bazaar hingga festival. Sehingga banyak remaja yang tertarik belajar bermain musik dan studio musik pun bisa bergeliat.
Namun, Irsyad yang akrab disapa Dygta, mengaku sangat mengapresiasi seluruh elemen mulai pemerintah dan pihak event organizer atau lembaga kepemudaan yang terus memberdayakan musisi lokal. Sehingga musisi tetap mendapat panggung dalam menyalurkan kreativitasnya.
Di momen Hari Musik Nasional, musisi yang lebih senang akustikan ini berharap kedepannya, musisi di Maros bisa terus berkarya dengan kreativitas dan musikalitas yang lebih bagus lagi, serta bisa menjalin solidaritas dan kerjasama sesama seniman musik. (ari/mir/c)
Musisi Lokal Masih Menyimpan Banyak Harapan
×

