pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Didapuk Jadi Narsum di Diskusi Publik, Ini yang Diurai Kadisdik Gowa

 

GOWA, BKM — Tampil menjadi pembicara atau nara sumber di even nasional adalah hal yang tak mudah. Karena terpilih jadi pembicara itu berarti yang jadi narsum punya kelebihan atau ada prestasi yang bisa dijadikan contoh dan referensi bagi daerah lain.

Seperti inilah yang dirasakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Gowa, Dr Salam. Salam tampil sebagai pembicara pada Diskusi Publik Pendidikan yang diselenggarakan Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) Jilid XI yang berlangsung di Perpustakaan Kemendikbud RI gedung A Lt 1, Jl Jenderal Sudirman, Senayan-Jakarta 10270, Senin (12/3/2018) pagi.

Salam sebagai satu dari lima pembicara dalam diskusi itu tampil mengemukakan pengalaman Pemkab Gowa melalui unit kerjanya dalam menangani Program Indonesia Pintar (PIP) yang kemudian melahirkan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Jadi saya menguraikan tentang bagaimana cara kita di Gowa melakukan
pendataan anak penerima KIP, khususnya anak-anak putus sekolah di Gowa, bagaimana penyalurannya dan apa kendalanya dalam penyaluran dan pencairan KIP di Kabupaten Gowa,” kata Salam saat dikonfirmasi, Senin (12/3/2018).

Dikatakan Salam, diskusi sehari itu membahas tentang serba serbi PIP yang sudah diterapkan sejak 2014. Diskusi yang diikuti perwakilan guru, kepala sekolah, pengawas, komunitas pendidikan, pengambil kebijakan, peneliti, orangtua dan siswa.

“Salah satu yang dibahas dalam forum diskusi itu adalah apakah PIP sudah berhasil membantu meningkatkan akses anak-anak Indonesia terhadap pendidikan? Inilah salah satunya yang didiskusikan bersama,” kata Salam.

Tujuan diskusi itu, tambah Salam, berdasarkan beranda PSPK dengan topik kemerdekaan guru adalah mengetahui konsep PIP, mengetahui gambaran implementasi PIP terkait pendataan, penyaluran, pencairan, penggunaan, serta evaluasi dan monitoringnya dan juga merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas PIP.

Selain dirinya, empat narsum lainnya yakni Dirjen Dikdasmen, Hamid Muhammad, Dirjen Pendidikan Islam, Prof Dr Phil Kamaruddin Amin, MA (Direktur Jenderal Pendidikan Islam) dan seorang peneliti PSPK, Nisa Felicia Faridz. Diskusi ini dipandu Najelaa Shihab selaku moderator dan juga peneliti PSPK.

Dari data PSPK, melalui PIP pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 9,344 triliun untuk diberikan kepada 17,9 juta anak Indonesia. (saribulan)



×


Didapuk Jadi Narsum di Diskusi Publik, Ini yang Diurai Kadisdik Gowa

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar