GOWA, BKM — Banjir yang melanda dua dusun di Desa Panakkukang dan satu dusun di Desa Pallangga, Kecamatan Pallangga, hingga kini masih belum juga surut.
Namun begitu, volume air yang semula mencapai 2 meter di area paling rendah kini sudah berangsur turun meski pergerakannya sangat lamban.
Pantauan di lokasi banjir Dusun Parang Malengu, Desa Panakkukang, Kecamatan Pallangga, hingga Rabu (14/3/2018) sore, aktivitas tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa serta unit kerja lainnya seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas PU juga PMI Gowa, Tagana dan lainnya saling bersinergi.
Kepala BPBD Gowa, Ikhsan Parawansa mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tenda pengungsian di lokasi. Selain itu, sudah ada dapur umum dan posko kesehatan yang berkoordinasi dengan pihak lain seperti Tagana dan Dinkes.
“Kami juga sudah menyerahkan bantuan peralatan dan logistik yang kami serahkan langsung kepada Camat Pallangga untuk dibagikan ke warga yang jadi korban banjir,” kata Ikhsan.
Meski kondisi banjir yang terjadi cukup parah dengan volume air bah yang cukup mengkuatirkan bagi keselamatan warga, namun menurut Ikhsan, hingga kini belum ada warga diungsikan ke satu tempat yang menjadi fokus pengungsian.
“Kami sudah menyiapkan lokasi dan tenda pengungsian jika suatu waktu kondisi lebih parah terjadi untuk segera mengevakuasi warga terkena dampak banjir tersebut,” ujarnya.
Ikhsan juga mengatakan, untuk kondisi terparah akibat banjir tersebut, terjadi di Dusun Parang Malengu dengan jumlah 215 rumah terendam banjir. Dusun lain yang juga parah adalah Dusun Bontorea dengan jumlah 160 rumah yang terendam. Sedangkan Dusun Kunjungmange hanya 60 rumah.
Selain tiga dusun di wilayah Kecamatan Pallangga, banjir juga mendera sekira 23 rumah di Desa Panciro, Kecamatan Bajeng serta beberaoa rumah di Deda Kanjilo, Kecamatan Barombong.
Disinggung soal intensitas hujan yang tinggi tiga hari ke depan seperti prakiraan BMKG Makassar sebelumnya, Ikhsan membenarkan jika beberapa kecamatan memang masuk zona berintensitas curah hujan yang tinggi seperti Kecamatan Somba Opu, Pattallassang, Pallangga, Bajeng dan Barombong.
“Kami dengan instansi terkait seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PU, para camat dan beserta teman-teman dari PMI, aparat TNI dan Polri secara terpadu akan terus bersinergi menghadapi cuaca ekstrim ini,” terangnya. (saribulan)

