BARRU, BKM — Iptu Nompo patut diacungi jempol atas aksinya berenang ke tengah sungai yang cukup dalam demi mengevakuasi korban tenggelam, Amrullah (42) di sungai Pangkajene di perbatasan Kelurahan Bontoa -Sapanang di Kecamatan berbeda itu.
Sejumlah warga memposting aksi berani dari perwira berpangkat dua balok tersebut.
Naluri kepedulian dan kemanusiaan yang mendorong Kapolsek Ma’rang ini melakukan inisiatif untuk berenang sendiri menarik mayat ke pinggir sungai dari warga Kampung Leppangeng, Kelurahan Sapanang Kecamatan Bungoro yang sudah tenggelam selama tiga hari itu.
Bahkan Kapolres Pangkep AKBP Bambang Wijanarko yang mengirimkan bahan keterangan terkait data korban tenggelam ke media group whatsshapp Polres yang menghimpun sejumlah jurnalis dan pimpinan Polres ini, juga ikut mengirimkan rekaman video dari aksi berani dari anak buahnya yang baru saja diserahi jabatan Kapolsek di wilayah Ma’rang.
Kapolres Pangkep AKBP Bambang Wijanarko saat menyebar video dari Kapolsek Ma’rang, hanya memberikan keterangan singkat bahwa inilah aksi Iptu Nompo, Kapolsek Ma’rang saat berusaha mengevakuasi korban tewas tenggelam.
Padahal lokasi tempat korban tenggelam ini, bukan wilayah Polsek yang dipimpin Iptu Nompo.
Tempat kejadian dari aliran sungai Pangkajene ini terletak di wilayah Polsek Bungoro dan Minasa Te’ne.
Minggu (18/3) saat waktu menunjukkan pukul 07.00 wita, disekitar sungai Pangkajene itu belum begitu banyak warga yang mendekat ke pinggir sungai untuk menyaksikan hari ketiga dari upaya pencarian korban tenggelam, Amrullah ketika itu.
Hanya saat itu, warga disepanjang sungai tersebut mulai geger, setelah ada salah seorang warga menyaksikan ada satu sosok manusia yang sudah terapung ditengah -tengah aliran sungai.
Informasi penemuan mayat terapung ini kemudian sudah diketahui aparat kepolisian yang sebagian sudah mulai berdatangan ke sekitar TKP.
Alhasil Iptu Nompo juga tampak berada disekitar lokasi. Nompo yang sudah memastikan kalau yang terapung itu adalah sosok korban yang sudah tiga hari belum ditemukan karena tenggelam.
Tanpa berpikir panjang, Nompo langsung membuka pakaian dinasnya dan menuruni tebing sungai kemudian berenang ke tengah sungai untuk mengevakuasi korban tewas tenggelam.
Beberapa warga dari dua sisi pinggiran sungai mulai merasa khawatir dengan kondisi Iptu Nompo saat berenang. Ada yang berteriak kalau Polisi itu sudah mulai ngos-ngosan.
“Coba kasi bambu untuk memudahkan saat berenang. Apalagi dia memegang tubuh korban yang tampak sudah membengkak itu,” kata seorang warga dari seberang sungai.
Permintaan warga untuk mengulurkan bambu tak digubris warga lain. Nompo pun tak peduli dengan tawaran warga yang kemudian berlalu itu.
Aksi Kapolsek berpangkat dua balok ini akhirnya berhasil menggiring sosok korban ke pinggir sungai hingga Amrullah ramai-ramai diangkat oleh warga lainnya untuk dibawa ke rumah duka di Kampung Leppangeng. (Udi)

