MAKASSAR, BKM — Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel terus melakukan inovasi teknologi dalam penyelenggaraan pendidikan. Teranyar, siswa mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) menggunakan android.
Disdik menyiapkan lima aplikasi khusus. Aplikasi tersebut telah diisi dengan sejumlah soal yang dibuat oleh tim dan tersimpan di bank soal.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan, pihaknya mendorong agar bukan hanya UNBK, tapi ujian sekolah sudah berbasis komputer dan android.
“Tahun lalu mereka masih berbasis kertas, tahun ini kami dorong berbasis komputer bahkan android,” kata Irman di kantornya, Senin (19/3).
Di Makassar, sejumlah sekolah melaksanakan USBN dengan android. Di antaranya di SMA 10 Makassar, SMA 9 Makassar, SMA 16 Makassar dan SMA 15 Makassar.
“Di SMA 10 misalnya, dari 10 ruangan peserta ujian tujuh di antaranya menggunakan komputer dan 3 lainnya sudah menggunakan android,” kata None, sapaan Irman YL.
Bahkan di SMA 18 Makassar, dari 14 ruangan peserta ujian, hanya 1 ruangan yang menggunakan komputer dan 13 ruangan lainnya sudah memakai android.
Bukan hanya di Makassar, hampir seluruh kabupaten/kota di Sulsel juga telah menerapkan. Semisal di Enrekang dan Luwu.
“Tahun depan kami target lebih banyak lagi. Kalau bisa 100 persen ujian sekolah sudah berbasis komputer,” tutup Irman.
Tercatat jumlah siswa yang akan mengikuti UNBK di Sulsel sebanyak 134.236 terdiri dari laki-laki 65.298 dan perempuan 68.938. Siswa ini berasal dari 1368 sekolah mulai dari SMA, SMK dan MA.
Sekolah ini terdiri dari SMA negeri 327 unit, SMA swasta 242 unit, MA negeri 31 unit, MA swasta 358 unit, SMK negeri 162 unit dan SMK swasta 248 unit.
Sementara itu, Risma salah seorang warga Kompleks Mangga Tiga merespon positif keinginan Disdik Sulsel untuk menggunakan aplikasi android dalam menggelar ujian nasional. “Kami mendukung langkah pemprov untuk menggunakan android. Sebab banyak orang tua siswa tidak memiliki laptop untuk anaknya yang mengikuti ujian tahun ini,” katanya. (rhm)

