SIDRAP, BKM — Penyerapan beras Badan Urusan Logistik (Bulog) Sidrap hingga kini masih nihil.
Panen petani yang dimulai sejak Februari-Maret baru terserap 7.200 ton beras atau sekitar 9,2 persen yang masuk dari target 78.000 ton.
Kurangnya beras masuk ke Bulog diduga pemicu karena banyaknya pengusaha beras Sidrap yang menjual berasnya ke pasaran umum di banding memasukkan ke Bulog.
Kepala Sub Divre Bulog Sidrap, Akbar Said mengakui serapan beras di Sidrap masih jauh dari harapan. Karena harga gabah ditingkat petani tinggi dibeli dari pedagang.
“Jadi pedagang beras itu lebih cendrung menjual berasnya ke pasaran umum. Sebab harga jualnya lebih tinggi dibanding Bulog,” kata Akbar Said, Senin, (19/3).
Harga beras di pasaran tembus Rp9.100 hingga Rp9.200 perKg sedangkan Bulog hanya mampu membeli beras pedagang Rp8.760 perKg atau selisih Rp500 perkg.
Ketua Persatuan Perusahaan Penggilingan Padi (Perpadi) Sidrap, Hasnawi mengatakan pihaknya masih bekerjasama dengan Bulog dalam pencapaian target. (ady/C)

