GOWA, BKM — Tahun 2030 mendatang Kabupaten Gowa harus bebas Tuberculosis (TB). Penegasan itu dikatakan Ketua TP PKK Gowa, Priska Paramita Adnan saat memberikan sambutan dalam sosialisasi TB di Baruga Karaeng Pattingaloang Pemkab Gowa, Kamis (22/3/2018) siang.
Sosialisasi edukasi yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Gowa bekerjasama PKK, menurut Wasor P2K Dinas Kesehatan Gowa, Hendra Dini, saat ini masyarakat Gowa masih sangat kurang pengetahuan terhadap penyakit menular TB, padahal TB merupakan salah satu dari tiga penyakit menular yang berbahaya selain HIV dan Aids.
“Penyakit ini harus segera ditangani karena sangat berbahaya, makanya kami menggelar sosialisasi ini agar masyarakat bisa mengetahui pentingnya pengobatan dan pencegahan dari penyakit TB yang menular dan berbahaya ini,” kata Hendra Dini.
Selain itu, untuk mengoptimalkan edukasi tersebut, pihaknya juga menciptakan sebuah innovasi ‘Ketuk Pintu’ yang merupakan sosialisasi yang dilakukan dengan cara door to door atau dari rumah ke rumah.
“Jadi ketuk pintu itu kita mendatangi setiap rumah untuk penyuluhan dan scleaning atau sebuah tes awal apa dia suspect atau tidak, jika suspect kita suruh dia pemeriksaan lanjut kalau tidak cuma sebatas pengertian saja,” jelas Hendra Dini.
Hendra Dini pun membeberkan sepanjang tahun 2017 penderita penyakit TB di Kabupaten Gowa mencapai 1.545 orang. Jumlah ini meningkat jika dibanding data tahun 2016.
“Pada 2016 hanya sebanyak 1.339 orang dan tahun 2017 justru menjadi 1.545 orang, jadi bagus artinya semakin banyak ditemukannya orang yang terjangkit TB berarti menambah peluang kesembuhan oleh orang itu, ” kilahnya.
Masyarakat pun diimbau untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas bilamana terjangkit dan yangterpenting juga adalah bahwa pengobatan TB ini, gratis.
“Segera laporkan jika ada hal aneh yang terjadi ditubuh seperti batuk selama dua minggu atau lebih, keluar keringat dingin setiap saat tanpa sebab yang jelas, demam tidak terlalu tinggi, nafsu makan menurun yang mengakibatkan berat badan menurun,” tambahnya lagi.
Sementara itu, ditempat yang sama Ketua TP PKK yang juga Duta TB Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan mengatakan bahwa penyakit berbahaya ini tidak bisa dicegah hanya dengan diri sendiri atau pihak tertentu, melainkan seluruh masyarakat harus saling kerjasama agar Gowa bebas penyakit TB. (saribulan)

