PANGKEP, BKM– Makmur (63), warga Kampung Tonjonge, Kelurahan Segeri, Kecamatan Segeri, Pangkep tega membunuh istrinya Rasiah (55) di rumahnya, Sabtu (24/3) sekitar pukul 08.00 Wita.
Rasiah tewas setelah mengalami tiga tusukan di dada dan di bawah ketiaknya. Selain itu ia juga mengalami luka sabetan parang dan luka lebam di beberapa tubuhnya.
Belum diketahui penyebab sehingga Makmur tega membunuh istrinya sendiri. Namun diketahui bahwa selama ini Makmur mengalami gangguan jiwa. Ia kerap dilihat jalan dengan memegang parang.
Harmini, menantu korban mengaku tidak melihat pasti peristiwa ini. Namun saat Rasiah dianiaya, ia mendengar menantunya berteriak.
Harmini makin takut saat melihat korban meringis dan berlumuran darah. Ia langsung keluar rumah dengan lompat dari jendala dari rumah panggung mertuanya.
Warga hendak melakukan pertolongan tapi takut karena Makmur tetap memegang parang. Diduga Raisa tewas setelah kehabisan darah karena tak bisa segera dibawa ke puskesmas.
Mengetahui peristiwa ini, aparat Polsek Segeri turun ke lokasi. Mereka hendak mengamankan Makmur. Namun Makmur melawan.
Rita, salah seorang tetangga korban mengatakan, polisi butuh waktu tiga jam untuk bisa menangkap Makmur.
Aparat kepolisian tidak kehabisan akal melakukan cara persuasif. Polisi lalu mendatangkan mobil pemadam kebakaran untuk menyemprot pelaku. Seketika semprotan air diarahkan ke bagian mata sehingga pelaku merasa kepedisan. Lalu tidak terasa parang yang dipegangnya terjatuh.
Tetangga korban Hj Hamsina yang mengaku masih kerabat pelaku menjelaskan, jika Makmur itu sering mengalami gangguan jiwa. Dia itu kerap pegang parang. Makanya saat berusaha diamankan, petugas berhati-hati dengan alasan yang bersangkutan mengidap gejala kejiwaan.
Keterlambatan mengamankan Makmur ikut menghambat evakuasi korban yang sudah hampir tiga jam bersimbah darah. Rasiah ditemukan tergeletak dengan beberapa luka dan dinyatakan sudah tewas di tempat kejadian perkara.
Saat pelaku sudah diamankan oleh aparat Polsek Segeri, korban langsung dibawa.ke Puskesmas Segeri untuk dilakukan visum luar.
Salah seorang petugas Takdir menyatakan korban tiba di Puskesmas dalam kondisi sudah meninggal dunia karena kehabisan darah akibat beberapa luka yang dideritanya. “Korban tidak bisa lagi tertolong karena terlambat dievakuasi ke Puskesmas, ” ujar Takdir.
Saat jenazah dibawa dari Puskesmas, tampak ikut mengantar Camat Segeri Andi Sadda dan Lurah Segeri Muslimin Gaffar.
Menurut Camat Andi Sadda, dirinya langsung meluncur ke Segeri dari Labakkang karena menerima informasi kasus pembunuhan ini terjadi di wilayahnya. “Tadi saya ada kegiatan Germas di Labbakang, lalu minta izin ke tempat kejadian perkara,” pungkas Andi Sadda.
Kapolsek Segeri, Iptu Agus Mulyanto, tidak berada ditempat karena sedang sakit. Petugas Polsek Segeri, Ipda Djoni, membenarkan kejadian ini. Dalam peristiwa ini seorang suami membunuh istrinya. “Pelaku sudah kita serahkan ke Polres Pangkep untuk dilakukan proses penyelidikan, ” ucap Djoni. (udi)

