SIDRAP, BKM — 5.700 hektare lahan pertanian di Sidrap dan Wajo tidak terancam kekeringan jika
jembatan Bendung Bila Desa Bila, Kecamatan Pitu Riase Sidrap jebol.
Hal itu diakibatkan karena selama ini telah disalah gunakan oleh sejumlah pengusaha tambang galian C sebagai akses jalur truk angkutan material.
Bendungan pun sudah mulai bergeser dan menghambat naik turunnya pintu imtake pengambilan air irigasi dari saluran primer bila kiri dan kanan.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) PSDA Sidrap, Yusuf Thamrin saat ditemui diruang kerjanya, Senin, (26/3) mengatakan, jembatan bendung bila harusnya berfungsi sebagai pelat pelayanan Operasi dan Pemeliharaan (OP), mala justru difungsikan sebagai jalanan angkutan material.
“Jembatan itu sudah mulai rusak. Sebab hampir tiap hari mobil truk pengangkut material lalu lalang di atas jembatan itu dengan bobot rata-rata 10 ton,” ujar Yusuf.
Padahal, kata Yusuf mengklaim bobot yang bisa lewat disitu dibawah 5 ton atau hanya kendaraan empat roda atau mobil mikrolet. (ady/C)
5.700 Ha Sawah Terancam Kekeringan
×

