GOWA, BKM — Jika pemerintah pusat menaikkan Alokasi Dana Desa (ADD) dari Rp60 triliun menjadi Rp120 triliun ditahun mendatang, maka sudah pasti seluruh kepala desa (Kades) di Kabupaten Gowa akan mendapatkan imbas yang baik.
Paling tidak, kata Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, para Kades di Gowa yang saat ini mengelola ADD rata-rata akan mengelola dana desa sebesar Rp2 miliar. ”Saat ini kan para kades di Gowa mengelola sampai satu miliar. Nah, kalau pusat betul-betul menaikkan ADD menjadi Rp120 triliun, maka sudah pasti rata-rata kepala desa kota di Gowa akan mengelola dana desa dua miliar,” kata Adnan.
Jika betul pemerintah pusat menaikkan dana desa, tambah Adnan, maka pengawasan harus lebih ketat lagi. ”Harapan saya sebagai kepala daerah, tidak ada kepala desa di Gowa yang tersandung hukum,” tandas Bupati Gowa usai membuka workshop dan evaluasi Siskeudes yang diselenggarakan Dinas PMD Kabupaten Gowa, di Baruga Tinggimae Rujab Bupati Gowa, Senin pagi (26/3).
Workshop dan evaluasi yang dihadiri anggota DPR RI, Amir Uskara, Kepala BPKP Pusat, Dr Maliki Heru Santosa, Kepala BPKP Sulsel, Didik Krisdiyanto, para camat dan kepala desa se Kabupaten Gowa ini menjadi bahan evaluasi pola kerja kepala desa dalam penerapan Siskeudes atau sistem keuangan desa dalam pengelolaan ADD.
Menurut Bupati Adnan, pengawasan pengelolaan dana desa saat ini cukup baik. Dia pun salut akan pengawasan yang dilakukan pihak BPKP dalam mengawasi penggunaan dana desa di Gowa.
Adnan juga mengatakan, semua desa di Gowa sudah bikin RPJMdes dan semuanya seiring dengan program pemerintah kabupaten. ”Semua fokus pada rencana kerja. Sehingga ada kesinambungan program yang ada di kabupaten dan ditindaklanjuti masing-masing desa,” terang Adnan.
Terpisah, Amir Uskara yang ditanya terkait bakal dinaikkannya dana desa oleh pemrintah pusat, membenarkannya. ”Iya benar. Semoga rencana pusat menaikkan anggaran desa itu segera terwujud. Hingga kini, saya salut dengan tata kelola anggaran desa yang dilakukan di Gowa. Hampir 75 ribu desa di Indonesia mengelola ADD dan Gowa masih jadi percontohan untuk Siskeudesnya. Saya secara pribadi bahkan ingin Gowa tetap yang terbaik,” kata Amir Uskara.
Sementara itu, Kepala BPKP Pusat, Maliki Heru Santosa mengatakan secara keseluruhan dari Siskeudes sasarannya adalah meningkatkan kualitas dan akuntabilitas pertanggungjawaban. Untuk pengelolaan dana desa di Indonesia, untuk Sulsel maka Kabupaten Gowa yang terbaik.
Selain dari BPKP pusat, turut hadir Kanit IV Subdit 3 Tipikor Polda, Kompol Hamka Malluru serta Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan selaku narasumber bersama tim BPK dan BPKP. (sar/mir)
BPKP Pusat Puji Siskeudes Gowa Terbaik
×

