ENREKANG, BKM — Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang melansir sebanyak 28 ribu warga Enrekang tak memiliki BPJS Kesehatan. Padahal program tersebut sudah bergulir per 1 Januari 2014 lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Enrekang, Sutrisno Rabu (28/3) mengatakan Pemkab Enrekang baru akan mengakomodir sebanyak 10 ribu warga miskin dengan alokasi Rp2,3 miliar anggaran dari APBD.
“Anggaran Rp2,3 miliar murni dari APBD tanpa sharing dengan Pemprov Sulel dan pemerintah pusat,” ujar Sutrisno.
Ia mengatakan, untuk menuntaskan program BPJS hingga 100 persen pihaknya telah menyampaikan kekurangan tersebut kepada eksekutif agar dianggarkan pada tahun 2019.
“Kekurangan ini sudah sampaikan ke DPRD,”ujar Sutrisno.
Sebelumya, Kepala Unit BPJS Kabupaten Enrekang, Hajra mengatakan masih ada sekitar 70 ribu warga Enrekang hingga kini belum terdaftar dalam BPJS dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Masih ada sekitar 70 ribu warga Enrekang yang belum mendaftar JKN,” jelas Hajra Selasa (19/9). (her/C)

