GOWA, BKM — Pola penerapan sistem keuangan desa (Siskeudes) yang selama ini dilakukan Pemkab Gowa untuk pengelolaan dana desa ternyata mampu menoreh pujian pemerintah pusat bahkan BPKP Pusat pun mengakuinya terbaik. Karenanya Siskeudes Pemkab Gowa pun menjadi percontohan.
Karena menjadi contoh Pemkab Gowa pun jadi sasaran kunjungan studi komparatif sejumlah pemerintah kabupaten bukan hanya di Sulsel tapi juga luar Sulsel.
Rabu (28/3/2018) siang sebanyak 133 rombongan pejabat asal Pemkab Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, berkunjung ke Gowa dan melakukan studi lapang terkait keberhasilan Kabupaten Gowa dalam menerapkan Aplikasi Siskeudes ini.
Diterima Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gowa, Muh Asrul di Baruga Karaeng Galesong kantor Bupati Gowa, Kadis PMD Bangka Selatan, Benny Supratama menyampaikan alasan memilih Gowa untuk mempelajari Aplikasi Siskeudes tersebut.
” Gowa dikenal terbaik dalam pengelolaan Siskeudes ini sehingga kami ingin fokus belajar agar bisa turut menerapkan Siskeudes dengan baik di Bangka Selatan,” kata Benny.
Benny juga meminta inovasi Pemkab Gowa atas pemenuhan 100 persen menggunakan Siskeudes dengan daerah yang sangat luas. Benny pun membandingkan wilayah Bangka Selatan yang hanya 8 kecamatan dan 50 desa.
“Kami akui, belum bisa mencapai 121 desa seperti di Gowa ini. Salutnya kami karena dengan 121 desa itu seluruhnya sudah menjalankan 100 persen penuh untuk Siskeudes ini,” tambah Benny.
Sementara itu Kadis PMD Gowa, Muh Asrul memberikan apresiasi atas sanjungan dan dukungan yang diberikan Dinas PMD Bangka Selatan.
Dikatakan Asrul, apa yang dicapainya hingga sekarang tidak lepas dari kerjasama pihak terkait dalam pemenuhan penggunaan Siskeudes ini.
“Kerjasama, koordinasi dan yang terpenting memperbaiki struktur organisasi di desa. Kader yangvsudah tua dan tidak memiliki ijazah SMA kami ganti dengan kader baru yang lebih energik dan memiliki otak-otak segar untuk menjalankan aplikasi Siskeudes ini,” ucap Asrul.
Dia juga mengatakan beberapa hari lalu BPKP Pusat bersama BPKP Sulsel melakukan evaluasi Siskeudes di Kabupaten Gowa dan menyampaikan Kabupaten Gowa masuk 14 besar terbaik di Indonesia dalam Tata Kelola Keuangan Desa Siskeudes ini.
“Tapi kami juga masih punya hambatan disebabkan penyusunan RAB (rencana anggaran belanja) yang dilakukan masing-masing desa masih dilakukan oleh pihak ketiga sehingga terjadi keterlambatan dalam penginputan ke dalam aplikasi. Sehingga membuat beberapa perencanaan yang ada di aplikasi belum terinci. Ini juga berdampak pada program hari Musrenbangdes belum terakomodir, tapi Pemkab Gowa telah komitmen menyediakan anggaran dalam rangka pembinaan pengelolaan keuangan desa dengan menggunakan aplikasi Siskeudes dan telah terpenuhi,” ungkap Asrul.
Asrul pun berharap diluar kendala lainnya, Bangka Selatan akan bisa mengadopsi tata kelola Siskeudes Gowa sambil melengkapi segala kekurangan yang ada.
Dalam rombongan Bangka Selatan, turut hadir Inspektur Daerah Bangka Selatan, Dwi Agus Santoso, Ketua Apdesi Bangka Selatan, Basahir, Kabid PMD Bangka Selatan, Verry. (saribulan)

