GOWA, BKM — Pasca dicopotnya Kompol Agussalim dari jabatannya sebagai Wakapolres Gowa dan kemudian Kapolda Sulselbar menunjuk pejabat baru yakni Kompol Muh Fajri Mustafa akhirnya menjadi warning tegas bagi jajaran Polri di Sulselbar.
Terkait pencopotan Kompol Agussalim tersebut, menurut Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, adalah kewenangan penuh Kapolda. “Tentang apa latar belakang pemutasian terhadap Kompol Agussalim itu ranah Polda dan dikonfirmasi saja ke Kabid Humas Polda Sulsel ya..,” kata Shinto kepada Beritakota Makassar saat dimintai komentarnya, via WhatsApp, Rabu (4/4) siang.
Diakui Shinto jika ada pemberian sanksi yang dilakukan pihak pimpinan maka itu berdasar dari penilaian-penilaian obyektif pimpinan di jajaran Polda.
“Pada prinsipnya, saya selaku kapolres pun mewarning tegas para personil Polres hingga Polsek-polsek agar tetap jaga netralitas kita sebagai pengamanan khususnya dalam Pilkada atau Pilgub 2018 ini. Patut dipahami bahwa anggota yang tidak menjaga netralitasnya maka tentu akan dihadang sanksi berat,” tandasnya.
Ditanya soal masuknya Wakapolres Gowa yang baru yakni Kompol Muh Fahri Mustafa, menurut Shinto, pada prinsipnya pihaknya siap menjalankan seluruh kebijakan Kapolda Sulsel.
“Pada prinsipnya, siap selakh kapolres siap memberdayakan pamen yang sudah ditugaskan oleh Kapolda Sulsel khususnya sebagai kepada Kompol Muh Fajri Mustafa sebagai Wakapolres Gowa yang baru. Dan saya bersama-sama wakapolres akan melakukan kontrol untuk memastikan bahwa semua personil Gowa bersikap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis apapun sebagaimana sudah ditegaskan dalam Pasal 28 UU No 2 Tahun 2002 tentang Polri,” jelas Shinto.
Polri itu tidak punya hak pilih. Karena itu kata Shinto, personil Kepolisian harus netral dalam Pilgub ini. “Kami di kepolisian tidak memiliki hak pilih karena itu harus jaga netralitas,” tandasnya. (saribulan)

