BANTAENG, BKM — Warga dua dusun di Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, resah gara-gara air bersih. Pasalnya, sumber air bersih di Dusun Parang Pangi, Desa Bonto Bulaeng yang mereka nikmati selama ini, tidak mampu lagi mengaliri perpipaannya.
Menurut Lembang, Ketua RK I Dusun Borong Ganjeng, hilangnya debit air tersebut disebabkan ulah oknum yang menggratiskan air bersih dari perpipaan mereka kepada warga Parang Pangi.
Hal senada disampaikan Cammang, Ketua RK III Dusun Kasiping. Kata dia, sebelum oknum tersebut berulah, warganya tidak kesulitan mendapatkan air bersih. “Kami kesulitan air bersih akibat ulah oknum yang menjual mata air,” ketusnya.
Kedua pamong desa ini mengaku kewalahan atas desakan warga yang dipimpinnya. Dikatakannya, masalah ini sudah disampaikan kepada Kepala Desa Bonto Tiro dan Camat Sinoa. “Kami sudah melaporkan persoalan ini kepada Pak Kades dan Pak Camat”, ujarnya.
Keluhan keduanya dikuatkan Haeruddin, tokoh masyarakat Bonto Tiro. Kata dia, kedua ketua RK tersebut sudah lama mengadu ke mana-mana terkait masalah air bersih ini. Namun, kata dia lagi, hingga detik ini belum titik terang penyelesaiannya.
Ketiganya mengaku, bahwa warga Bonto Tiro, khususnya di dua dusun tersebut sudah hampir hilang kesabaran. “Belum lama ini warga sudah mau bertindak anarkhis. Tapi kami berupaya meredam dengan menjanjikan akan menyampaikan persoalan ini ke Pak Camat,” paparnya.
Menyikapi hal ini, legislator asal PKS Muhammad Ridwan, mengaku telah menemui warga di dua dusun tersebut. “Saya telah mendengarkan langsung keluhan warga, didampimgi ketua RK dan tokoh masyarakat,” akunya.
Ridwan mengatakan, usai mendengarkan keluhan warga, dia langsung menelepon Camat Sinoa. “Saya sudah telepon Pak Camat dan meminta untuk segera menyelesaikan persoalan ini”, ujarnya.
Dikatakan Ridwan, permasalahan air bersih ini harus ditangani secara serius. Karena kalau tidak, kata dia, dikhawatirkan berpotensi memicu konflik. Sebab, lanjut Ridwan, warga Bonto Tiro sudah kehilangan kesabarannya. “Sewaktu saya datang, mereka sudah mau bertindak anarkis”, urainya.
Apakah tidak ada agenda dewan memangil mereka? Ridwan mengatakan, kedatangannya bukan atas nama lembaga, tapi selaku legislator asal Dapil III (Bissappu, Sinoa, Uluere).
Meski demikian, kata Ridwan, dia berjanji akan memanggil pihak terkait ke dewan jika camat tidak segera mengatasi persoalan tersebut.
“Kita beri kesempatan Pak Camat untuk menyelesaikan. Kalau tidak ada hasil, barulah saya meminta teman-teman di dewan untuk memanggil camat dan pihak terkait lainnyam” ucapnya.
Dihubungi via HP, Rabu (7/10), Camat Sinoa Irfan Fajar mengaku sudah melakukan pendekatan persuasif kepada warga. Selain itu, kata dia, dua kades terkait telah diminta untuk duduk bersama menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
Dia berjanji, persoalan air bersih yang diresahkan warga Bonto Tiro akan diselesaikan dalam waktu dekat. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Kapolsek dan kedua kades. Insya Allah, kami upayakan masalah ini selesai dalam waktu dekat”, pungkasnya. (wam/rus/b)
Krisis Air, Warga Bonto Tiro Ancam Anarkis
×

