MAKASSAR, BKM–Dua Polisi Wanita (Polwan) dari Polres Pelabuhan menjadi korban saat aksi unjuk rasa eks buruh Pabrik Terigu PT. Eastern Pearl Flour Mills (EPFM di Jalan Nusantara Baru, Rabu 25 April 2018. Aksi unjuk rasa ini nyaris diwarnai insiden antara pengunjuk rasa dengan petugas.
Massa yang berjumlah sekitar 70 orang melakukan aksi didampingi Tim Advokasi Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia. Pengunjuk rasa menggunakan mobil komando yang dilengkapi pengeras suara.
Sambil membentangkan spanduk, mereka mendesak PT EPFM segera membayarkan pesangon serta upah pekerja. Massa juga mendesak pihak perusahaan agar menghapus PHK sepihak yang telah dilakukan. Sekitar pukul 16.10 Wita, pengunjuk rasa kompak duduk depanpintu gerbang Pabrik Terigu PT. Eastern Pearl Flour Mills (EPFM). Aksi dorong pun tidak terelakkan. Satu dari polwan tersentuh bagian terlarangnya serta seorang perwira polwan tangannya sampai terlir ditarik sejumlah pengunjuk rasa.
Melihat dua polwan menjadi korban, barisan anggota polisi laki-laki yang berada di barisan belakang dengan cepat meringsek ke depan kemudian mendorong massa. Bentrokan pun nyaris pecah. Sejumlah pengunjuk rasa yang diduga melakukan provokasi sempat diamankan. Namun saat aksi bubar, mereka pun dilepaskan.
Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Aris Bachtiar, SH, S.IK, M.Si meminta kepda massa pengunjukrasa agar dalam menyampaikan aspirasinya harus bersikap tertib dan jangan terpancing dengan tindakan provokasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
”Unjuk rasa harus tertib dan tidak bersikap anarkis,” tandas Aris. (**)

