MAKASSAR, BKM — Sejalan dengan visi untuk menjadi perusahaan ternama di Indonesia yang berlandaskan ide dan inovasi, serta terus bergerak untuk menjadi perusahaan yang mendunia tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal, PT Kino Indonesia Tbk, kembali menggelar Kino Youth Innovator 2018.
Kegiatan tahun ini bertema Empower Life Through Nature. Kompetisi tahunan ini bertujuan memotivasi kaum muda agar kreatif dan berani berinovasi untuk memenangkan kompetisi di era pasar bebas.
Sebagai ajang kompetisi inovasi tahunan, KYIA menyasar ide- ide terbaru dari mahasiswa seluruh Indonesia, dan di tahun ketiga ini Kino kembali mengajak kaum muda untuk mengedepankan sumber daya Indonesia untuk memenangkan kompetisi pasar.
Kino yakin, Indonesia kaya akan sumber daya lokal, pemanfaatan yang sudah ada saat ini perlu dioptimalisasi agar terjadi peningkatan dalam berinovasi dan menciptakan potensi ekonomi yang prospektif, serta berguna bagi kehidupan manusia dengan terus menggali sumber daya yang belum termanfaatkan.
Kino sadar betul, dengan diberlakukannya MEA atau masyarakat ekonomi ASEAN, kompetisi dunia industri, ekonomi maupun tenaga kerja tentu saja akan semakin ketat.
Pada era ini, akan terjadi aliran bebas barang, jasa dan tenaga kerja terlatih serta aliran investasi.
President Committee of Kino Youth Innovator Award (KYIA) 2018 dari PT Kino Indonesia Tbk, Dr Mamat Rahmat, SSi, MSi, mengungkapkan, diberlakukannya MEA ini justru menjadi tantangan sekaligus peluang bagi bangsa Indonesia untuk memenangkan persaingan.
”Dan inovasilah kuncinya. Namun saat ini perkembangan tren berlangsung sangat pesat. Sehingga inovasi pun perlu terus dimodifikasi, agar menghasilkan sesuatu yang diterima masyarakat,” tegas Mamat di sela acara talkshow Road to KYIA 2018 di ruang IPTEK Unhas Makassar, Kamis (26/4).
Melalui tema ‘Empower Life Through Nature’ tahun ini, Kino mengajak generasi muda Indonesia untuk berinovasi dengan memanfaatkan potensi kekayaan natural Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehari-hari.
Produk yang dihasilkan diharapkan dapat sesuai dengan market trend saat ini dan dapat diproduksi secara bekelanjutan (sustainable).
Sebagai rangakaian dari KYIA, Kino mengadakan Road to KYIA 2018, talkshow bertema ‘Tomorrow’s Innovator, Embracing Challenges, Shaping the Future’ diadakan di 13 universitas di Indonesia.
Diantaranya adalah Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, Universitas Kristen Satya Wacana, Prasetiya Mulya, Universitas Padjadjaran, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Sriwijaya, Universitas Lampung, Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Pelita Harapan.
Selain perwakilan dari PT Kino Indonesia, Tbk, talkshow ini menghadirkan MINTEL, penyedia riset pasar global yang diwakili Rachel Esmeralda. Inti talkshow ini membahas Global Customer trend tahun 2018 dan mendatang.
”Ada 4 trend dunia yang terjadi saat ini, khususnya di Asia Pasific, yaitu Damsels In De-Stress (bagaimana tingkat stress masyarakat dunia meningkat), Beauty Round The Clock (ingin cantik sepanjang hari di tengah mobilitas tinggi), Back To Basics (kembali pada produk minimalis) dan Multi Purpose Customizable (tuntutan produk multifungsi). Tren ini meningkat cukup pesat, dan menuntut para inovator terutama industri, memikirkan produk- produk yang menjawab kebutuhan ini,” jelas Rachel.
Sebagai perusahaan yang inovatif, Kino pun selalu berusaha menangkap tren terbaru dan menerjemahkannya dalam produk inovasi yang menjawab keinginan masyarakat tersebut. Pada talkshow yang diikuti sekitar seratusan mahasiswa Unhas di ruang IPTEK Unhas, kemarin, Herlina Alam, selaku Product Innovation Manager PT Kino Indonesia Tbk, membagikan tips cara berinovasi yang tepat.
”Pada dasarnya, banyak sekali jenis inovasi yang dapat kita lakukan. Namun waspadalah. Karena inovasi itu sendiri sama dengan gambling. Inovasi yang tidak diterima masyarakat, akan membuang waktu dan biaya,” ujarnya.
Adapun tips yang berlaku dalam inovasi adalah tepat waktu dan pilih inovasi yang paling tepat untuk dikembangkan.
”Melalui talkshow ini, Kino berharap, anak muda Indonesia termotivasi untuk berinovasi dan berani mendaftarkan idenya dalam ajang Kino Youth Innovator Award 2018. KYIA sebenarnya adalah tantangan dan tolak ukur apakah anak muda Indonesia berani berinovasi serta senantiasa mengoptimalkan diri menjadi sang innovator yang membawa nama baik Indonesia, masa kini dan mendatang,” tutup Mamat Rahmat.
Kino Youth Innovator Award (KYIA) merupakan kompetisi ide-ide terbaru dari generasi muda. Tujuannya, memotivasi generasi muda agar berani berinovasi, menemukan sesuatu yang baru yang bermanfaat bagi masyarakat, kompetisi ini diadakan sebagai kompetisi tahunan yang diikuti oleh mahasiswa berbagai univeritas di Indonesia.
KYIA diadakan pertama kali pada tahun 2016 dan mengangkat tema Build Up A Glocal Innovation, ditahun 2017 KYIA bertema Advancing Indonesia Through Local Heritage. Sedangkan ditahun 2018 bertema Empower Life Through Nature.
Yaitu bagaimana berinovasi dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehari-hari. Hal ini menjadi titik berat atau diferensiasi dari kompetisi ini.
Kino Youth Innovator Award diadakan dalam berbagai tahapan, seperti campus roadshow, innovation submission, final defence challange dan awarding.
Ditahun 2018 ini, semua tahapan akan dilaksanakan mulai Februari hingga Agustus 2018.
Penerimaan proposal sendiri akan ditutup di 14 Mei 2018, untuk kemudian diseleksi menjadi 10 finalis terpilih.
Adapun kriteria yang akan menjadi penilaian, yakni orisinil, efektivitas inovasi, dan inovasi tersebut harus dapat diaplikasikan dan diterima pasar atau konsumen. Kino Youth Innovator Award dapat diikuti semua mahasiswa dari universitas di seluruh Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut mengenai KYIA dapat dilihat pada http://www.kino.co.id/kinoyouthinnovator/, atau account Instagram @kinoyouthid. (mir)

