GOWA, BKM — Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Gowa, Hasanuddin Kamal, mengambil langkah tegas. Ia menskorsing salah seorang karyawannya karena ketahuan melakukan pungutan liar (Pungli).
Karyawan itu ketahuan melakukan pungutan kepada masyarakat yang tersentuh program gratis air bersih. Program ini dikhususkan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Hasanuddin merumahkan karyawannya itu selama dua bulan terhitung mulai Senin, 30 April 2018. ”Iya. Saya harus mengambil tindakan ini agar menjadi contoh dan efek jera bagi yang lain. Karyawan saya ini ketahuan melakukan Pungli kepada masyarakat penerima manfaat. Dia sudah memungut uang itu terhadap 200-an sambungan rumah untuk MBR yang menjadi sasaran program gratis air bersih secara nasional,”tandas Hasanuddin kepada wartawan usai mengikuti rapat rutin tiap Senin pagi di kantor Pemkab Gowa, Senin (30/4).
Menurut Hasanuddin, pihaknya sangat kecewa dengan adanya ulah tak terpuji yang diperlihatkan salah satu karyawannya. ”Padahal, ini program nasional dan sudah diketahui masyarakat bahwa gratis untuk pemasangan baru bagi MBR. Dia melanggar dari komitmen PDAM yang tidak memungut sama sekali biaya apapun dalam program ini. Makanya, karena ketahuan begini, maka saya beri sanksi. Kita skorsing dua bulan dan gaji yang diterima hanya gaji pokok saja 80 persen,” kata Dirut lagi.
Setelah diperiksa, kata Hasanuddin, oknum karyawan ini mengaku memungut pembayaran dari MBR itu karena butuh uang rokok yang sama sekali tidak diperbolehkan. ”Saya tidak main-main dengan persoalan ini. MBR itu adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Lebih jelasnya, masyarakat yang tergolong miskin. Masa kita mau memungut lagi biaya dari mereka. Itu sangat tidak bijaksana,” tandasnya.
Hasanuddin mengatakan, masyarakat luas perlu tahu untuk program MBR ini, dalam pemasangan sambungan baru digratiskan. Tapi setelah pemasangan sambungan baru, maka untuk rekening tagihannya per bulan akan tetap dibayarkan masing-masing MBR. Jadi yang digratiskan pemerintah hanya pada saat pemasangan sambungan baru rumah. Jangan sampai masyarakat MBR mengira bahwa program ini gratis juga pada pemakaian airnya,” ujar Dirut. (sar/mir/c)
Ketahuan Pungli, Karyawan PDAM Gowa Diskorsing
×

