GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Program Keluarga Harapan (PKH) tingkat nasional tahun 2018 yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (3/5).
Rakornas yang mengangkat tema ‘Social Justice For All’ yang dihadiri Menteri Sosial RI, Idrus Marham ini bertujuan memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam implementasi PKH tahun 2018.
Adnan yang hadir didampingi Ketua DPRD Gowa, Ansar Zaenal Bate dan Kadis Sosial Gowa, Syamsuddin Bidol mengatakan, Rakornas PKH 2018 yang dihadiri bupati/walikota seluruh Indonesia ini diharapkannya dapat memberi arah kebijakan penanganan keluarga prasejahtera di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
“Pada Rakornas PKH ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyatukan pemahaman dan persepsi dalam upaya penanganan permasalahan sosial di masyarakat seperti mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial, sebab PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat (bumil, balita, SD, SMP, SMA, disabilitas dan lansia) kepada keluarga prasejahtera agar menjadi keluarga mandiri dan hasil Rakornas ini tentunya akan kita implementasikan di Gowa,” jelas Adnan.
Sementara itu, Kadis Sosial Gowa, Syamsuddin Bidol mengatakan, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kabupaten Gowa tahap I tahun 2018 sebanyak 24.868 orang yang terdiri dari KPM reguler 12.293 orang dan KPM saturasi 12.575 orang.
“PKH di Kabupaten Gowa didukung dengan SDM sebanyak 87 orang terdiri dari Korkab satu orang, Supervisor dua orang, Operator lima orang dan Pendamping 79 orang dengan total dana PKH tahap I tahun 2018 ini sebesar Rp 12.434.000.000,” rinci Syamsuddin Bidol.
Syamsuddin memaparkan komponen PKH di Gowa terdiri dari Bumil 664 orang, Balita 7.818 orang, Apras 1.159 orang, SD 18.168 orang, SMP 9.635 orang, SMA 6.523 orang, Lansia 3.688 orang dan Disabilitas 201 orang.
Selain para bupati/walikota, turut hadir pada Rakornas ini Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat, Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas, Pungky Sumadi, Dirjen Anggaran Kemenkeu, Askolani, Staf Khusus Menkes Bidang Peningkatan Layanan Kesehatan, dr Akmal Taher. (sar)

