MAJENE, BKM — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Majene terus menggalakkan pembentukan Kampung Keluarga Berencana atau Kampung KB.
Hingga akhir tahun 2017 sudah terbentuk 11 Kampung KB. Sedangkan ditahun 2018 ini, ditargetkan ada pembentukan 12 Kampung KB. Demikian disampaikan
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Majene, Evawati, pada akhir pekan lalu.
Evawati mengakui, pencanangan tersebut telah melewati target yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni satu Kampung KB terbentuk di setiap kecamatan. Untuk tahun 2018 ini, tambah Eva, pihaknya mengembangkan pencanangan Kampung KB dan akan membentuk 12 Kampung KB di delapan kecamatan.
Termasuk pencanangan Kampung KB di Dusun Lombang Desa Lombang yang telah diresmikan pada 30 April 2018. Setelah hampir satu bulan setelah pencanangan operasional sebagai Kampung KB, ia menilai Desa Lombang memiliki kriteria yang masuk dalam indikator program nasional tersebut.
Di antaranya desa terpencil, infrastruktur, dan permasalahan kesehatan. Dimana ditemukan 13 stunting, hingga permasalahan ekonomi keluarga. Selama satu bulan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak desa untuk program Kampung KB.
Tujuannya, agar bagaimana desa Lombong bisa menjadi objek sekaligus subjek dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui implementasi pembangunan,” terang Evawati.
Ia juga berharap dari Kampung KB tersebut, berbagai permasalahan di desa akan mampu ditangkap para OPD untuk merumuskan kebijakan yang akan menyejahterakan masyarakat desa agar bisa setara dengan desa lainya di Majene. (int)
Majene Target Bentuk 12 Kampung KB
×

