MAMASA, BKM — Musim kemarau berkepanjangan yang melanda hampir semua daerah di Indonesia termasuk di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, telah membuat banyak areal persawahan petani mengalami kekeringan. Seperti halnya di Dusun Rante Kamiri, Desa Rante Tanga, Kecamatan Tawalian, ratusan hektare sawah milik petani terkena puso. Padi yang mulai menguning jadi hangus terbakar teriknya matahari.
Lentho Langi, salah seorang warga Desa Rante Tanga kepada BKM di kediamannya, kemarin, mengatakan, terjadi puso di daerahnya dikarenakan sawah yang ada sangat bergantung pada hujan. Bukan itu saja, kebakaran hutan yang melanda desa ini membuat padi yang telah ditanam hangus.
”Barusan tahun ini kemarau sangat lama. Sehingga petani yang ada di Rante Tanga merugi ratusan juta tupiah,” katanya dengan wajah lesu. Sekadar diketahui, sawah-sawah yang ada di Rante Tanga terbilang luas. Namun demikian, persawahan di daerah ini terkendala lantaran belum adanya saluran irigasi. Sehingga membuat petani di daerah ini hanya bergantung pada air hujan buat aliran air persawahan.
Selain sawah di Desa Rante Tanga yang terserang puso, di Desa Balla Barat para petaninya juga tidak bisa berbuat banyak. Sebab aliran air irigasi tidak ada airnya. Sehingga membuat para petani harus gigit jari. Parahnya lagi, karena memang di Desa Balla Barat ini dikelilingi pegunungan. Jadi memang airnya agak sulit.
Di desa ini juga warga terpaksa harus memompa air dari sungai masuk ke sawahnya. Itu pun juga air di sungai Mamasa sudah berkurang. Meski demikian, tidak semua sawah di Mamasa terkena puso. Di Kelurahan Tawalian misalnya, ada juga petani yang tidak terkena puso. Sehingga sawah yang ada masih mendapatkan pasokan air buat mengairi sawahnya. Namun sawah yang tidak terkena puso hanya sedikit. (dar/mir/c)
Sawah di Rante Tanga Puso
×

