GOWA, BKM– Setelah sukses membentuk Kampung KB di 18 kecamatan di Gowa pada tahun 2017, kini Pemkab Gowa melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Gowa kembali menyiapkan delapan Kampung KB baru.
Ke delapan Kampung KB itu berada di
Desa Tamalatea (Kecamatan Manuju), Desa Manjapai (Kecamatan Bontonompo), Desa Bontomanai (Kecamatan Bajeng Barat), Desa Lassa-lassa (Kecamatan Bontolempangang), Desa Bolaromang (Kecamatan Tombolopao), Desa Datara (Kecamatan Tompobulu), Desa Rannaloe (Kecamatan Bungaya) dan Desa Bilanrengi (Kecamatan Parigi).
Secara bergiliran pencanangan Kampung KB baru ini mulai dilaksanakan terjadwal diawali di Desa Tamalate Kecamatan Manuju pada 2 Mei 2018.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa, Muchlis disela pencanangan Kampung KB di Desa Tamalate, Kecamatan Manuju baru-baru ini mengatakan, ditumbuhkannya Kampung KB di sejumlah desa ini merupakan solusi pemerintah atas tingginya jumlah pertumbuhan penduduk yang selama ini telah menjadi masalah yang krusial.
Karena itu saat ini, pemerintah eksis mengembangkan konsep Kampung KB untuk menyiapkan satu permukiman yang tidak lagi kumuh dari berbagai hal khususnya tidak lagi menjadi penyebab kekumuhan kampung disebabkan laju pertumbuhan penduduknya tak terkendali.
” Gowa sekarang sudah menjadi daerah yang pertumbuhan jumlah penduduknya sudah sangat tinggi di Sulsel. Kondisi ini mempengaruhi jumlah pendapatan perkapita sehingga posisi Gowa masih dibawah dibanding dengan Kabupaten lain. Karena itu masyarakat diajak menjadi partner pemerintah dalam program pengendalian jumlah penduduk. Karena dengan jumlah yang terkendali maka kesejahteraan masyarakat juga dapat meningkat,” kata sekkab.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Sofyan Daud kepada media mengatakan, peranan hadirnya Kampung KB akan membangun masyarakat yang sejahtera dari tingkat keluarga, yang tujuan akhirnya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kampung atau yang setara melalui program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
Dikatakannya, yang menjadi ukuran dalam kampung KB itu adalah diarahkannya masyarakat kampung untuk mengatur jarak kehamilan agar pertumbuhan penduduk dapat terkendali.
“Program ini, dikemas dengan pendekatan penggarapan KB dari pinggiran, sehingga terwujud masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera,” kata Sofyan.
Dari delapan Kampung KB yang saat ini dibentuk, tambah Sofyan tersisa dua desa lagi yang menunggu jadwal pencanangan yakni Desa Datara (Kecamatan Tompobulu) dijadwal 14 Mei dan Desa Rannaloe (Kecamatan Bungaya) dan terjadwal 15 Mei lusa. (saribulan)

