pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Muhammadiyah Perkuat Darul Ahdi Wa Syahadah Untuk Sikapi Persoalan Umat dan Bangsa

MAKASSAR, BKM — Meneguhkan akidah untuk memperkuat Darul Ahdi Wa Al-syahadah menjadi tema utama pengajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, yang digelar di Balai Sidang kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, 19-21 Mei 2018.

Pengajian Ramadan ini diikuti PWM, Pengurus Majelis dan Lembaga PWM Sulsel, Organisasi Otonom, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sulsel, dan Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah se Sulsel.

Ketua PWM Sulsel, Prof Ambo Asse, mengatakan, pengajian Ramadan ini dimaksudkan untuk memberi penguatan Ideologi persyarikatan para Pimpinan Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas pengetahuan dan pemahaman sumber ajaran Islam yang mengembangkan metode studi Islam.

“Pengajian ini telah menjadi rutinitas tahunan Muhammadiyah, namun, pengajian Ramadan tahun ini dilakukan lebih awal karena kita akan melakukan pengajian dalam dua bentuk,” kata Ambo, saat pembukaan pengajian, Sabtu (19/5).

“Nanti kita juga akan melakukan pengajian dengan mendatangi masjid-masjid se-Sulsel yang dapat dijangkau. Teknisnya akan diatur oleh PDM, dengan PWM membentuk enam tim untuk turun menjangkau semua masjid yang disiapkan oleh PDM itu,” ujarnya.

Mengenai tema memperkuat Darul Ahdi Wa Al-syahadah, kata Ambo, itu untuk mengkaji kondisi aktual umat dan bangsa hari ini.

Menurut guru besar di UIN Alauddin Makassar itu, Darul Ahdi Wa Syahadah merupakan hasil Muktamar 47 yang di dalamnya sudah masuk NKRI dan kedaulatan. Oleh karena itu, penguatan dilakukan untuk menyikapi persoalan umat dan bangsa.

Sementara Ketua PP Muhammadiyah, Prof Syafiq A Muhgni, mengatakan bahwa bulan ramadan adalah bulan pengajian bagi Muhammadiyah, bahkan beberapa wilayah mengadakan pengajian secara bersamaan.

Ia menyinggung bahwa umat Islam adalah umat yang paling pesat perkembangannya dibandingkan agama lain saat ini. Tapi secara bersamaan musibah juga tengah melanda umat Islam dengan apa yang terjadi di Suriah, Palestina, dan Myanmar.

“Tantangan umat Islam sekarang banyak, salah satunya yang paling serius adalah Islamphobia atau ketakutan terhadap Islam,” terangnya.

Ada dua pemicunya kata Mughni, pertama ketidakpahaman terhadap Islam oleh non Muslim, dan ketakutan dari umat Islam sendiri. Dua pemicu itulah persoalannya, dan disitulah peran Muhammadiyah untuk menepisnya.

“Pemicu kedua ini yang banyak melanda sekarang, dan itu terjadi karena adanya kedangkalan dalam memahami ajaran sendiri bagi umat Islam,” tambahnya. (*)



×


Muhammadiyah Perkuat Darul Ahdi Wa Syahadah Untuk Sikapi Persoalan Umat dan Bangsa

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar