pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Amankan Lebaran Idul Fitri, Polres Luwu Gelar Operasi Ketupat

LUWU, BKM — Polres Luwu kembali akan menggelar beberapa operasi kepatuhan terkait pengamanan Lebaran Idul Fitri 1439 H/2018. Salah satu operasi lalu lintas yang digelar setiap tahunnya adalah Operasi Ketupat.

“Operasi Ketupat itu akan digelar selama 18 hari yang akan kita mulai di tanggal 8 sampai 25 Juni,” ujar Kapolres Luwu AKBP Dwi Santoso saat membacakan sambutan seragam Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memimpin gelar pasukan Operasi Patuh 2018 di halaman Mapolres Luwu, Rabu (6/6/2018).

Dengan rentang waktu yang cukup panjang itu, diharapkan pengamanan mudik lebaran tahun ini semakin baik, dimana untuk wilayah hukum Polres Luwu di tandai dengan gelar pasukan Operasi Ketupat.

“Ops ketupat adalah peningkatan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dalam rangka untuk operasi kejahatan kejahatan jalanan, kemudian mengurai persoalan-persoalan lalu lintas. Sehingga begitu pengamanan arus mudik lebaran Idul Fitri tahun 2018 segala  persoalan-persoalan itu sudah bisa kita atasi,” tutur AKBP Dwi Santoso.

Menurut Dwi Santoso Selain Operasi Ketupat, Polri juga telah menggelar operasi patuh dalam rangka prakondisi menghadapi Operasi Ketupat termasuk  Beberapa operasi kepolisian lainnya.

Dwi menambahkan distribusi pangan dan perilaku pangan yang menaikkan harga oleh mafia pangan termasuk upaya penimbunan menjadi potensi kerawanan yang diantisipasi dalam Operasi Ketupat tahun 2018 ini.

Kapolres mengatakan, setidaknya terdapat empat potensi kerawanan yang perlu diantisipasi selain persoalan distribusi pangan tersebut.

“Upaya penimbunan oleh mafia pangan dan perilaku pangan yang menaikkan harga dengan tidak wajar menjadi potensi kerawanan pada tahun ini. Untuk tahun 2017, stabilitas harga dan tersedianya pangan dapat terjaga dan tidak terjadi kelangkaan makanan,” ujarnya saat apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2018 di halaman Polres Luwu , Rabu (6/6/2018).

Tidak hanya itu, antisipasi potensi bencana alam dan gangguan Kamtibmas lainnya seperti pencurian rumah kosong, menjadi potensi kerawanan yang menurutnya harus diantisipasi.

Dwi Santoso yang membacakan amanat Kapolri itu pun meminta kepada Kepala Satuan Wilayah untuk bisa mengambil langkah serta terus berkoordinasi dengan instansi terkait.

Penekanan kepada Kasatwil, diketahui juga dilakukan berkenaan dengan ancaman tindak pidana terorisme.

Keterlibatan Satgas anti teror serta pengamanan sejumlah tempat ibadah dan tempat keramaian, menjadi hal penting lainnya dalam mengantisipasi potensi kerawanan pada operasi tahun ini.

“Untuk antisipasi potensi bencana alam, terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Basarnas dan BMKG. Termasuk untuk pengamanan tempat ibadah dan tempat-tempat keramaian, diminta untu terus diperkuat,” katanya.

Pelaksanaan Operasi Ketupat 2018 yang dilakukan secara serentak selama 18 hari terhitung mulai tanggal 7 Juni 2018 ini, juga menitikberatkan pada kelancaran arus mudik dan arus balik.

Pemantauan secara cermat pada sejumlah titik, diakuinya menjadi hal penting untuk mengantisipasi adanya potensi kerawanan. Pelaksanaan operasi ini pun, menurutnya juga melihat dari evaluasi dari operasi yang dilakukan sebelumnya.

Di Luwu , selain keterlibatan TNI/Polri, terlihat personil dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Basarnas, Tagana, dan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan yang ikut dalam apel gelar pasukan pada tahun ini.

“Pelaksanaan Operasi Ketupat ‎2018 ini dilauan secara serentak dan melibatkan 173 ribu lebih personil. Selain TNI/Polri, operasi ini juga melibatkan perwakilan dari Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait,” bebernya.

Usai melaksanakan apel gelar pasukan, Kapolres Luwu  beserta unsur pimpinan lainnya juga menggelar giat pemusnahhan miras botolan. (irwanmusa)



×


Amankan Lebaran Idul Fitri, Polres Luwu Gelar Operasi Ketupat

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar