SINJAI, BKM — Peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2015 ditanggapi beragam sejumlah pemuda di Kabupaten Sinjai. Salah satunya adalah Jumardi.
Tokoh pemuda Sinjai ini menilai, peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini hendaknya menjadi momentum instrospeksi diri bagi pemuda maupun pemerintah.
“Karena faktanya saat ini, pemuda Indonesia hanyalah sebagai pewaris utang negara yang mencapai 4 ribu lebih triliun, dan hingga detik ini belum juga bisa terselesaikan oleh pemerintah,” ujarnya, kemarin.
Bahkan, tambahnya, bayi yang baru lahir saja sudah berutang, akibat kesalahan pemerintah di masa lalu. “Belum lagi persoalan perekonomian bangsa saat ini yang kian terpuruk akibat pelemahan rupiah terhadap dollar yang tak kunjung membaik,” tandasnya.
Karena itu, Jumardi yang sempat mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Sinjai lama, meminta kepada pemerintah agar persoalan bangsa saat ini segera diatasi, baik pusat maupun daerah.
Sementara di tempat lain, pada hari yang sama ratusan mahasiswa STISIP Muhammadiyah Sinjai yang dikomandoi langsung Ketua BEM Asdar Palewai, memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan menggelar aksi demo. Mereka menyoroti penanganan kabut asap, serta persoalan pemuda dan mahasiswa di Kabupaten Sinjai.
Aksi mahasiswa dimulai dari kampus STISIP Muhammadiyah, lalu bergerak ke lampu merah perapatan Jalan Persatuan Raya. Selanjutnya menuju gedung DPRD.
Saat berunjukrasa di depan kantor wakil rakyat, massa sempat bersitegang dengan staf DPRD. Penyebabnya, mereka dihalangi untuk bertemu anggota dewan.
Izhar, salah seorang mahasiswa menolak jika yang diterima menemui anggota dewan hanyalah perwakilan. ”Kami tidak menginginkan perwakilan untuk ditemui oleh anggota dewan yang ada di tempat,” cetusnya.
Setelah cukup lama bersitegang, akhirnya mahasiswa diterima Wakil Ketua DPRD Sinjai A Kartini, beserta anggota DPRD Fitrawati. Dalam pembicaraan yang sangat alot, mahasiswa mendesak DPRD untuk menuntaskan persoalan kebakaran di Gunung Bawakaraeng, serta persoalan air bersih dari PDAM yang sampai hari ini terasa asin. Sempat juga disinggung persoalan beasiswa pemkab yang tidak terakomodir.
Menanggapi hal itu, A Kartini berjanji akan segera membahasnya dengan instasi terkait. (din/rus/c)
Hari Sumpah Pemuda Momentum Introspeksi Diri
×

