pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

CLAT : Waspada Money Politic Cederai Pilkada

MAKASSAR, BKM–Tiga hari menjelang hari pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang digelar serentak dengan pemilihan wali kota dan bupati, Celebes Law And Transparancy (CLAT) menyampaikan harapannya kepada semua pihak agar menjunjung tinggi nilai nilai demokrasi. “Hal yang paling patut kita cegah dan waspadai bersama, adanya permainan money politic (uang politik) yang bisa mencederai proses Pilkada nanti,”ujar Ketua CLAT, Irvan Sabang, Minggu (24/6).
Tak hanya politik uang yang digunakan dalam Pilkada nanti. Barang juga pun kata Irvan, kadang dipergunakan untuk menyogok atau memengaruhi pilihan masyarakat. Agar mau memilih partai atau calon tertentu dalam pemilu, dimana praktek money politic dalam pemilu. Ialah praktek yang sangat bertentangan dengan nilai demokrasi. “Lemahnya pelaksanaan undang-undang dalam memberikan sanksi tegas, terhadap pelaku money politic, yang justru membuat praktek money politic ini menjamur luas di masyarakat,” bebernya.
Bahkan ironisnya lagi kata Irvan, praktek money politic ini sudah ada sejak zaman orde baru. Praktek politik uang ini sangat tidak sesuai dengan cita-cita negara yang menjunjung demokrasi. Karena melalui praktek ini, masyarakat dipaksa untuk memilih yang tidak sesuai dengan keinginannya (mengekang kebebasan bersuara).
Tak hanya CLAT yang juga menyampaikan kewaspadaannya, namun pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) sejak awal berkomitmen menciptakan Pilgub yang jujur, adil dan bersih, serta bebas dari praktik kecurangan.
Komitmen itu pula yang coba ditularkan IYL-Cakka kepada pasangan lainnya.
Lewat surat resmi, IYL-Cakka mengajak tiga pasangan calon lainnya untuk menjaga jalannya Pilgub Sulsel 2018. IYL-Cakka menilai, ada indikasi perbuatan para ‘cukong’ politik untuk memenangkan andalannya dengan segala cara. Seperti berpotensi memanipulasi atau mengubah hasil suara pada lembar C1 dan C2.
“Demi menjaga kemurnian perjuangan kita selama ini, marilah bersama-sama menginstruksikan kepada para saksi kita di TPS untuk memasang selotipe bening pada form C1 dan C2. Khususnya pada bagian jumlah perolehan suara masing-masing demi menutup celah adanya tindakan mengubah jumlah perolehan suara di TPS.” Seperti itu bunyi salah satu paragraf dalam surat resmi IYL-Cakka.

Surat tersebut diantarkan langsung Juru Bicara IYL-Cakka, Henny Handayani ke posko masing-masing kandidat, Sabtu (23/6) malam. Surat ini diterima perwakilan masing-masing tim.

Sebelumnya, IYL-Cakka juga telah menyurati KPU Sulsel, terkait peringatan dan ajakan yang sama. Yakni adanya usaha para cukong politik yang mengandalkan perbuatan kotor untuk memenangkan Pilgub Sulsel.

Para andalan cukong ini, selain diduga menyiapkan dana segar hingga 100 miliar melakukan politik uang, juga punya modus lain untuk mengubah dukungan rakyat saat pencoblosan.
Salah satunya melalui pulpen yang didatangkan dari China. Pulpen yang konon mencapai ribuan tersebut akan digunakan saat proses rekapitulasi atau penghitungan suara di tingkat TPS jika oknum penyelenggara ikut bermain.

Pulpen tersebut, tintanya bisa hilang saat kertas dipanasi. Sehingga memberi ruang mengubah hasil asli yang dicatat, dengan cara mengisi ulang sesuai jumlah suara yang diinginkan.

IYL-Cakka menyurati KPU Sulsel dan meminta mengantisipasi itu. Yakin dengan cara hasil penghitungan di formulir yang sudah ditandatangani saksi setelah penghitungan harus ditutupi plaster bening agar tidak memberi ruang siapapun yang mau mengubahnya.

“Plaster itu tidak akan mengganggu (C1 dan C2) dan tidak mengubah format. Akan tetapi, plaster itu bisa mengamankan sehingga tidak ada pihak yang bisa mengubah-ubah angkanya,” jelasnya.

Terkait surat yang dilayangkan ke masing-masing pasangan, IYL menuturkan jika itu adalah bagian dari komitmen menciptakan pilgub yang berkualitas.
“Ada yang sering teriak jekkong, curang dan lain-lain. Sekarang kami ingin buktikan, siapa sebenarnya yang mau curang? Dan inilah komitmen kami untuk melawan kecurangan,”ucapnya.
Soal permintaan IYL, KPU belum bisa memberi jaminan untuk melaksanakan. Meski demikian, KPU akan menjamin tak ada perubahan data.

Komisioner KPU Sulsel, Faisal Amir mengatakan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai perubahan hasil perhitungan di tingkat TPS. Karena menurutnya, saat perhitungan nanti akan ada saksi yang menyaksikan langsung perhitungan hingga dimasukkan ke kotak suara untuk di bawa ke KPU kabupaten/kota.
“Itu setelah dicatat langsung dimasukkan di kotak, dan itu disaksikan saksi, kotak itu di segel dan tidak bisa di buka-buka. Itu formulir C yang masuk kotak itu sudah langsung diamankan dan langsung masuk ke KPU Kabupaten untuk di scan,” kata dia.

Saat ditanya perihal saran untuk penggunaan sticker bening pada formulir C1 dan C2 agar tidak mudah diubah. Faisal menjelaskan, bahwa hal tersebut tidak mungkin dilakukan karena tidak diatur dalam aturan pemungutan suara. Apalagi, kata dia, KPU sudah memiliki protap tersendiri yang dijamin keamanannya.
“Saya kira tidak akan terjadi hal-hal itu, Insya Allah aman karena kita sudah punya protap. Itukan yang begitu-begitu kalau dibawah maunya seperti itukan tidak protap seperti itu, tidak ada,” jelas Faisal.

Untuk lebih meyakinkan keamanan formulir C1 dan C2, Faisal Amir mengaku bahwa data yang ada pada C pleno besar akan di cocokkan dengan data hasil perhitungan yang telah dikirim ke KPU. Kalaupun ada perubahan maka akan dilakukan evaluasi dan koreksi.
“Yang C pleno besar juga itu akan kita tampilkan, akan kita foto dan scan, langsung bisa kita lihat. Kalau ada yang berubah dari itu langsung kita bisa koreksi bersama. Saya kira banyak alat kontrolnya,” paparnya. (mat/rif/c)



×


CLAT : Waspada Money Politic Cederai Pilkada

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar