TAKALAR, BKM–Penyidik Tipikor Polres Takalar terus menggenjot penyelidikan kasus dugaan korupsi dana BPJS Kabupaten Takalar. Pasca operasi tangkap tangan yang dilakukan beberapa bulan lalu di Puskesmas Mangarabombang, penyidik mulai mensasar keterlibatan sejumlah pejabat Dinkes Takalar yang diduga ikut menerima manfaat dari dana BPJS tersebut. Dalam operasi tangkap tangan itu, polisi menyita barang bukti uang tunai Rp50 juta.
“Pemeriksaan kasus ini masih berlangsung, beberapa nama pejabat yang ditengarai menerima dana BPJS juga sudah dimintai keterangan,” Kata Kanit Tipikor Polres Takalar, Ipda Henderica Bahtera kepada BKM, Senin (25/6)
Ipda Henderica Bahtera belum bersedia membebarkan nama nama pejabat Dinkes yang keciprat aliran dana fee BPJS. “Nanti setelah pemeriksaan rampung, baru nama-nama terperiksa kita sampaikan ke publik,” Tandas Hendrica.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Takalar, dr Hj Nilal Fauziah yang dikonfirmasi dengan tegas membantah tudingan kalau dirinya keciprat fee BPJS.
” Saya sudah lihat catatan penerima dana BPJS di Puskesmas Marbo. Saya tidak pernah terima uang, karena sejak saya masuk di Dinkes tahun 2018, tidak ada lagi pemotongan seperti itu,” Kilah dr Nilal.(ari Irawan)

