SIDRAP, BKM — Kondisi banjir di Kabupaten Sidrap sangat memprihatinkan. Semakin parah dan sudah meluas ke empat kecamatan di wilayah tersebut.
Banjir dengan ketinggian empat meter akibat luapan Danau Sidenreng dan Danau Tempe. Banjir terjadi di Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, Lawatedong, Kecamatan Maritenggae, Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, dan Wette’e Kecamatan Panca Lautang.
Banjir terparah sejak dua bulan terakhir sejak Mei hingga kini terjadi di Desa Teteaji dan Kelurahan Wette’e. Ketinggian banjir daerah ini tiga meter lebih dan sudah masuk ke dalam rumah panggung warga.
Dari pantauan BKM sejak Minggu (1/7) hingga Senin (2/7) kemarin, sebagian besar rumah warga dalam keadaan kosong setelah ditinggal penghuninya. Mereka memilih mengungsi untuk menyelamatkan diri dari ancaman banjir susulan.
Sebagian warga juga memilih tinggal di rumahnya dengan perlengkapan seadanya seperti membuat langkeang atau panggung dari anyaman bambu kemudian dipasang di dalam rumah untuk ditempati tidur, masak dan tempat barang.
Aktivitas warga lumpuh total, hanya beberapa warga saja yang beraktivitas mencari ikan, sebagian pula berharap bantuan dari pemerintah untuk keperluan sehari-hari seperti makanan.
Sebab ratusan hektar lahan pertanian terendam banjir. Bagi sebagian besar warga yang mata pencariannya petani sangat butuh bantuan dari pemerintah.
“Saat ini pak kami harap dari pemerintah untuk segera menyalurkan bantuan berupa bambu, obat-obatan dan makanan,” ujar Labodding, warga Wette’e.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sidrap, Hasanuddin mengaku sudah turun memantau kondisi banjir. Dia sudah berkoordinasi dengan Pemkab untuk menyalurkan bantuan bantuan.
(ady/C)

