MAKASSAR, BKM–Meski seseorang memiliki ikatan persaudaraan atau kekerabatan, namun soal pilihan di partai politik bisa saja beda. Hal itulah yang terjadi jelang Pemilu legislatif (Pileg) April 2019 mendatang diaman banyak politisi yang sedarah, namu beda soal partai politik yang akan menjadi piliahnnya.
Mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang kini tercatat sebagai ketua DPP Partai Nasdem, meski belum pasti bertarung ke Senayan lewat daerah pemilihan (Dapil) Sulsel III meliputi kabupaten Sidrap, Pinrang, Enrekang, Tana Toraja dan Luwu raya, namun kakak kandungnya yakni Hj Tenri Olle hampir pasti maju lewat Sulsel I meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Kepulauan Selayar.
Adapun mantan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo ikut disebut akan bertarung ke senayan lewat Dapil Sulsel I melalui Partai Perindo. Sementara putri SYL yakni Indira Chunda Tita Syahrul hampir pasti kembali maju lewat Partai Amanat Nasional (PAN). “Saya tetap konsisten di PAN,”ujar Tita baru-baru ini. Penegasan Tita yang juga anggota DPR RI dua aperiode ini sekaligus menepis jika dirinya ikut pindah ke Partai Nasdem.
Sementara itu, Keluarga Ketua Golkar Sulsel Nurdin Halid juga tersebar, Nursyam Halid dikabarkan akan maju ke senayan lewat partai Golkar melalui dapil Sulsel II, sementara Rahman Halid juga disebut maju lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melalui dapil Sulsel I. “Kemungkinan besar, Pak Rahman Halid maju sebagai caleg PKB lewat Dapil Sulsel I,”ujar ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad, Minggu (8/7).
Tiga putra Kahar Mudzakkar juga hampir pasti maju dengan partai yang berbeda di Pileg mendatang. Buhari Kahar Mudzakkar dipastikan maju lewat PAN, sementara Andi Mudzakkar disebut akan maju lewat Partai Demokrat. Adapun Aziz Qahhar masih didekati oleh sejumlah elit parpol.
Beda pilihan juga terjadi disejumlah daerah seperti keluarga Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid. Syamsuddin yang juga Ketua Golkar Pangkep mengajukan istrinya Hj Rismayani ke Senayan dan putrannya Sofyan Syam ke DPRD Sulsel lewat Golkar, namun adiknya H Syamsu A Hamid disebut-sebut telah bergabung ke Partai Nasdem bersama putranya, Muhammad Yusran Lologau.
Ketua DPD II Partai Golkar Pangkep, Syamsuddin A Hamid, tak mempermasalhkan jika ada kader Golkar pindah ke Partai lain . Kalau ada yang hengkang tidak ada masalah. “Kepindahan kader ke partai lain, tidak akan memengaruhi, apa yang kita targetkan dipileg mendatang. Pokoknya kami optimis bisa meraih 40 persen atau setara dengan 15 kursi untuk kursi DPRD Pangkep. Sebagai pucuk pimpinan di DPD II Partai Golkar Pangkep, target tersebut sangat rasional sebagai partai besar dan pemenang di Pilgub untuk wilayah Pangkep, “ujar Syamsuddin Minggu kemarin.
Sebelumnya Ketua DPD Partai Nasdem Pangkep, H Muhammad Irwan, sudah memberikan isyarat tentang Kepindahan adik Bupati Pangkep, H Syamsu bersama putranya Yusran Lologau dari Golkar ke Nasdem. Bahkan melalui akun pribadinya dimedsos, H Irwan sudah mengucapkan, ” selamat datang anak muda diarus besar ‘Restorasi’ yang real mewakili Anak muda dan pilihan anak muda Pangkep. Apalagi Yusran Lologau merupakan sang nakhoda KNPI Kabupaten Pangkep,”ucap Irwan. (udi/rif/c)
Keluarga dan Kerabat Beda Pilihan di Pileg
×

