SIDRAP, BKM — Banjir yang merendam pemukiman warga di Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limppe, dan Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang.
Ketinggian air masih mencapai dua hingga tiga meter dan sudah ada beberapa rumah warga yang rusak akibat banjir luapan danau Sidenreng dan danau Tempe.
Di Desa Teteaji misalnya hingga Jumat, (13/7) terlihat sejumlah rumah warga rusak ringan akibat banjir disertai ombak dan tumpukan eceng gondok yang masuk ke pemukiman warga.
Kerusakan kehilangan seng dinding rumah, ada juga kayu penahan tiang rumah patah, bahkan ada rumah yang sudah meninggalkan tempatnya dan nyaris roboh akibat terbawa arus.
Meski air mulai surut, namun warga yang umumnya mengungsi ke rumah sanak saudara yang tidak terkena banjir belum kembali ke rumah masing-masing karena cuaca masih belum bersahabat.
“Yah, rumah ini rusak karena derasnya arus banjir yang disertai ombak dan angin kencang, kemudian tumpukan eceng gondok yang masuk ke pemukiman,” ujar Indah warga setempat.
Sementara Kades Teteaji, Andi Gusli mengatakan, banjir yang terjadi sejak dua bulan terakhir sangat mengganggu aktivitas keseharian warga termasuk anak-anak sekolah.
Menurutnya, daerah itu memang sudah menjadi langganan banjir setiap tahun, namun tahun ini tang terparah bahkan sudah ada rumah warga yang rusak.
“Ada sekitar 5 rumah yang terkena banjir rusak ringan. Kerusakan itu rata-rata di bagian dindin dan tiang rumah bahkan ada yang sudah bergeser dari tempatnya,” katanya.
Warga pun berharap supaya mendapat bantuan perbaikan rumah dari pemerintah yang rusak terkena banjir.
Desa Teteaji terdapat 91 rumah yang terdiri dari 123 Kepala Keluarga (KK) yang terkena banjir.
115 hektare (Ha) lahan persawahan sudah ditanami terkena banjir. (ady/C)
Banjir Surut, Rumah Warga Rusak
×

