pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ditemui Panitia Hari Anak, Adnan Minta Tak Ada Seremoni

GOWA, BKM — Stop bully dan pernikahan dini akan dideklarasikan di Gowa pada Hari Anak Indonesia. Hari Anak Indonesia ini akan diperingati di Gowa dan diprakarsai oleh Lembaga Badan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan (LBH-APIK) Makassar dan Forum Anak Gowa.

Terkait kegiatan tersebut, Ketua LBH-APIK dan perwakilan Forum Anak Gowa menemui Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan untuk menyampaikan rencana kegiatan tersebut sekaligus mengundang Bupati Adnan untuk membuka dan menjadi pemateri dalam talkshow yang dilaksanakan Senin pekan depan.

Emma Rahmayanti selaku Manager Program LBH APIK mengatakan, talkshow tersebut akan melibatkan sejumlah anak dari berbagai unsur dan dalam kegiatan tersebut sejumlah permainan lokal tradisional anak akan ditampilkan seperti addende-dende, assanto, lambasena (lompat tali), baguli (kelereng) dan beberapa permainan lainnya serta pertunjukan seni dari Forum Anak Gowa

“Jadi kita akan munculkan sejumlah permainan tradisional jaman dulu kita akan bangkitkan kembali sebagai satu budaya yang memiliki nilai tinggi,” kata Emma saat menyampaikan maksud dan tujuan audiens LBH APIK dan Forum Anak Gowa di ruang rapat pimpinan kantor Bupati Gowa, Jumat (20/7/2018) siang.

Emma juga mengatakan, serangkaian kegiatan tersebut, akan dilakukan deklarasi dan penandatanganan kesepakatan ‘Stop Kekerasan Terhadap Anak, Bullying dan Mencegah Pernikahan Dini’.

“Deklarasi kami laksanakan karena mengingat semakin maraknya pernikahan dini, kekerasan dan bullying terhadap anak. Dan itu prosentasenya sangat tinggi,” tambah Emma.

Adnan didampingi Sekdis Pemberdayaan Perempuan Gowa, Arie Kuswardini menyambut hangat rencana LBH APIK tersebut. Bahkan kata Adnan, pemerintah Kabupaten Gowa sangat mendukung dan mensupport kegiatan ini dan menyiapkan Baruga Karaeng Galesong untuk tempat pelaksanaan.

“Saya harap nantinya kegiatan ini tidak terlalu formal, jadi harus kita sesuaikan dengan konsep anak-anak sehingga bentuk pengaturan kursinya tidak seperti teater, kita duduk bersila saja,” saran Adnan kepada panitia pelaksana.

Adnan berharap panitia tidak sekadar menunjukkan seremoni kegiatan tapi langsung menonjolkan permainan tradisional.

“Jadi kita akan membentuk lingkaran yang di tengahnya itu akan dilaksanakan berbagai permainan, sehingga siapapun yang hadir di ruangan itu akan kita ajak untuk bermain. Forum ini bukan hanya sekedar seremonial saja, tapi betul-betul kita menginginkan terciptanya kebersamaan antara pemerintah dan anak-anak,” tandas bupati. (saribulan)



×


Ditemui Panitia Hari Anak, Adnan Minta Tak Ada Seremoni

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar