BANTAENG, BKM — Persoalan insentif ratusan pegawai RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng, mengundang perhatian sejumlah pihak. Pasalnya, insentif yang belum terbayarkan tersebut, bukan hanya meliputi staf biasa dan pergawai honorer. Tapi termasuk hak para dokter.
Sebagaimana diberitakan koran ini, Senin (16/7), ratusan pegawai RSUD Anwar Makkatutu, terdiri dari tenaga kesehatan, tenaga medik, tenaga keperawatan, mendatangi gedung DPRD setempat. Mereka mendesak direktur rumah sakit dan Pemkab agar segera membayarkan insentifnya.
Saking krusailnya masalah ini, 17 dokter spesialis (bukan 13) mengancam mengundurkan diri jika insentifnya tidak dibayarkan dalam waktu dua minggu. Bahkan legislator asal PKB, Muh Asri Bakri nyaris berkelahi dengan dr Sultan, Direktur RSUD.
Menyikapi belitan masalah ini, Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah, berjanji akan menyesaikannya. “Para dokter tidak usah khawatir. Cukup melayani masyarakat dengan baik. Urusan hak itu biar kami yang menyelesaikan”, katanya, Sabtu (21/7).
Hal ini diungkapkan bupati dalam rapat koordinasi internal rumah sakit. Menurutnya, masalah tersebut muncul karena miskomunikasi saja antara manajemen rumah sakit dengan pemkab.
Bupati menjelaskan, munculnya masalah tersebut, bermula dari usulan pihak rumah sakit yang merencanakan perubahan status menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Pemkab beranggapan kalau rumah sakit sudah mandiri. Sebab kemandirian adalah salah satu persyaratan utama menjadi BLU.
Dalam rapat ini, Bupati didampingi Sekkab Abdul Wahab, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Abdul Rasyid dan Sekretaris BPKD Junaedi, Kepala Satpol PP Abdullah. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Bantaeng, Hj Nurhayati. (wam/C)
Bupati Janji Bayar Insentif Rumah Sakit
×

