GOWA, BKM — Salah satu hambatan manajemen dalam Kepolisian adalah kurang terampilnya middle manager (kabag-kasat) dan first line supervisor (Ipda-Iptu) dalam menjabarkan perintah strategis pimpinan menjadi perintah yang taktis dan teknis untuk dapat dimengerti dan diimplementasikan oleh para brigadir.
“Akan terjadi disparitas atau kesenjangan jika perwira tidak terampil menjabarkan perintah strategis menjadi taktis dan teknis,” kata Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga.
Untuk menutupi kekurangan itu maka, Selasa (24/7/2018) pagi, Kapolres Gowa melakukan simulasi bersama seluruh personil Polres. Simulasi ini untuk meningkatkan keterampilan para perwira menjabarkan perintah strategis menjadi hal-hal yang bersifat teknis dan taktis.
Simulasi dilaksanakan dengan membagi berbagai perintah strategis kedinasan kepada para kabag, kasat, dan kasi untuk kemudian didiskusikan bersama anggotanya guna merumuskan langkah teknis dan taktis yang implementatif.
“Kasat Sabhara agar lakukan upaya preventif terhadap kejahatan jalanan di Gowa,” begitu salah satu kalimat perintah strategis kedinasan yang diperintahkan Kapolres Shinto.
Semua tim diberikan perintah kedinasan dan diminta untuk berdiskusi dan hasil diskusi itu dipaparkan salah satu perwira dalam timnya.
Dengan pelatihan ini, kata Shinto diharapkan bermanfaat bagi personil. “Setiap perwira bisa belajar sehingga terampil dan mampu menjabarkan setiap perintah strategis kedinasan menjadi perintah teknis dan taktis sehingga dapat diimplementasikan oleh seluruh anggota Polres Gowa,” jelasnya.
Selanjutnya Kasat Sabhara yang mendapat lembaran perintah tersebut, langsung meneruskan ke para perwira Satsabhara dan anggotanya kemudian berdiskusi.
“Perintah itu kami lalu diskusikan bersama dan hasilnya kemudian kami paparkan. Sesuai perintah strategis ini, kami menjabarkannya dengan langkah teknis dan taktis yaitu memetakan daerah rawan dan waktu rawan kejahatan jalanan, lalu membagi personil dan kendaraan patroli serta melakukan patroli intens, penjagaan statis bahkan operasi pada penggal jalan yang rawan,” papar Ipda Abbas dihadapan kapolres selaku instruktur dalam simulasi tersebut.
Pada satuan lainnya juga mendapatkan perintah strategis yang sama dan dijabarkan sesuai tugas dan fungsi satuannya masing-masing. (saribulan)

