GOWA, BKM — Belum lama melakukan sertijab dengan mantan Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Pangdam XIV yang baru yakni Mayjen TNI Surawahadi lalu mengawali tugasnya dengan mengunjungi empat tempat bersejarah di Kabupaten Gowa.
Di Gowa, Kamis (26/7/2018) tadi siang, Pangdam Surawahadi menziarahi makam tiga leluhur rakyat Gowa yakni makam Raja Gowa ke 16, Sultan Hasanuddin dan Syekh Yusuf Al Makassari (dua pahlawan nasional), makam Raja Bone, Arung Palakka serta Masjid Tua Katangka.
Dalam rangkaian lawatannya di Gowa ini, Pangdam didampingi sejumlah pejabat tinggi Kodam XIV Hasanuddin antara lain, Brigjen TNI Sulistijono (Kasdam XIV Hasanuddin), Kolonel Cba Novia Triwibowo (Kabekangdam), Kolonel Czi Galih Suhendro (Kazidam), Kolonel Inf Ujang Sudrajat (Kainfolakta Dam), Kolonel Arm Ruli Candrayadi (Aspers Kodam), Kolonel Kav Otto Sollu (Dandim Tabes 1408 BS), Kolonel Chk Sambas (Kakumdam), Kolonel Ckm dr Hadi Hariono (Kakesdam), Kolonel Ctp Supriyadi (Katopdam), Kolonel Inf Alamsyah (Kapendam).
Turut mendampingi Kolonel Chb Bambang Sugiri SIp (Kahubdam), Letkol Arh Darius Allo Tangko (Waka Bintal), Letkol Cku Sulhan Ino (Waka Kudam), Letkol Cpm Kartamizen (Wadan Pomdam), Letkol Arh Nur Subekhi (Dandim 1409 Gowa), Mayor Husain Samaun (Kasdim 1409 Gowa), para Danramil dan personil Kodim 1409 Gowa serta para pengurus Persit Kartika Candra Kirana XXVI Gowa.
Selain berziarah di tiga makam, Pangdam Surawahadi juga menyempatkan salat Dhuha di Masjid Tua Katangka dan disambut hangat, Ketua Umum Imam Masjid Tua Hilal Katangka, Maddatuang Dg Pabe.
Dihadapan Pangdam, Maddatuang sedikit memaparkan sejarah pembangunan Masjid Tua Katangka yang dimulai pada 1603 pada saat pemerintahan Raja Gowa ke XIV yang dipimpin I Mangngarangi Daeng Manrabbia bergelar Sultan Alauddin Tumenanga Rihlgaukanna sekaligus sebagai Raja Gowa pertama yang memeluk agama Islam.
Pemugaran Masjid Tua Katangka, kata Maddatuang Dg Pabe, pertama kali dilakukan pada tahun 1816 oleh Raja Gowa ke 30, I Mappatunru Karaeng Lembang Parang Tumenanga ri Katangka bergelar Sultan Abdul Rauf.
Kemudian, pemugaran kedua pada tahun 1886 Raja Gowa yang ke 32, l Kumala Karaeng Lembang Parang bergelar Sultan Abdul Kadir Muhammad Aididdin Tumenanga ri Kakuasanna.
Pangdam pun mengucapkan terima kasih atas penyambutan dirinya. “Mari kita semua bersama- sama berdoa kepada Allah SWT semoga kita semua diberi kesehatan dan kekuatan agar terhindar dari bencana dan malapetaka demi untuk agama bangsa dan negara,” ucap Pangdam Surawahadi seusai Dhuha.
Sebelum meninggalkan masjid bersejarah itu, Pangdam diberikan cinderamata berupa buku tentang Syekh Yusuf Al Makassari dari pengurus Masjid Tua Katangka, Syamsuddin Dg Pata. (saribulan)

