pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

LINTAS 3.308 Jiwa Ditargetkan Bebas Campak dan Rubella

MAMUJU, BKM — Sulbar merupakan provinsi ke 33 yang telah mendukung program pemerintah pusat dalam menangani serta mengantisipasi penyakit campak dan rubella. Penyakit ini mengintai anak usia 9 bulan hingga 15 tahun ke bawah.
”Kita telah melakukan imunisasi ditiap sekolah, rumah sakit, Puskesmas, dan Posyandu. Kita juga sudah mendata sekolah sebanyak 1.251 penduduk yang terdiri dari jumlah PAUD, TK dan SLTP, ditargetkan sebanyak 3.308 jiwa. Target capaian sebanyak 2.099 atau mencapai kurang lebih 70 persen dari sasaran,” kata Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar saat menjadi narasumber dalam acara talkshow bersama dinas kesehatan Sulbar, di Studio Manakarra TV, beberapa hari lalu.
Masih kata Ali Baal, tingkat capaian program pemerintah daerah terkait pemberian vaksin campak dan rubella, ditargetkan mencapai 300 hingga 400 jiwa dari 1 juta lebih jumlah penduduk Sulbar. Dimana telah terdapat 2.500 pos pelayanan baik dari rumah sakit, Puskesmas, klinik, Posyandu, dan sekolah.
”Saya kira kalau semua berjalan normal, baik di pos-pos pelayanan, begitu juga bagi seluruh stakeholder terkait dalam bekerja serta ditambah dari dukungan masyarakat, Insya Allah semua pasti tercapai,” lanjut Ali Baal.
Selain itu, untuk program vaksin gratis pemerintah daerah tersebut menargetkan sebanyak 120 ribu bagi penduduk Polman, 51 ribu jiwa penduduk Majene, 85 ribu jiwa bagi Kabupaten Mamuju, 49 ribu jiwa Kabupaten Mamasa dan 51 ribu jiwa bagi Kabupaten Mamuju Utara.
”Penyakit ini sangat berbahaya. Dimana, penderita bisa meninggal atau cacat seumur hidup,” tandasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, Achmad Azis, mengatakan, sesuai arahan gubernur Sulbar terkait upaya kesehatan bagi masyarakat merupakan harga mutlak yang wajib dilaksanakan pemerintah provinsi.
Sehingga dalam pelaksanaannya sudah banyak melakukan upaya maksimal. Termasuk melatih tenaga Puskesmas hingga pelosok desa dan melakukan sosialisasi ke masyarakat.
”Masyarakat memang sudah paham bahwa ada kegiatan dibulan Agustus dan September. Dimana , sudah meraih 75 persen tingkat capaian, melalui sarana sekolah 3 ribu lebih,” kata Achmad Azis.
Dokter spesialis anak Sulbar, dr Suhendra, memaparkan, ciri-ciri penyakit campak dan rubella dimulai dari timbulnya bentol-bentol kemerahan pada badan si penderita. Sehingga menimbulkan komplikasi berbagai penyakit dimulai dari kejang-kejang, diare hingga mencapai kematian.
Terkait suntik campak bagi kalangan dewasa bisa saja dilakukan. Tetapi sangat perlu mengetahui kondisi sistem kekebalan si pasien yang tidak stabil atau dalam keadaan tidak prima.
Tipe penyakit ini menyerang dengan cara merusak sistem DNA dan menyerang organ tubuh dimana saja ia berada. Termasuk ibu hamil yang memiliki kondisi kesehatan sangat menurun akan memengaruhi kondisi janin dan si ibu,” beber Suhendra. (ala/mir/c)



×


LINTAS 3.308 Jiwa Ditargetkan Bebas Campak dan Rubella

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar