MAKASSAR, BKM — Tokoh agama dan tokoh masyarakat Tana Toraja dan Toraja Utara setuju kalau acara Lovely Desember dihentikan untuk sementara seraya menggu selesai pembenahan infrastruktur.
Kesepakatan untuk menunda event tahunan Lovely Desember itu diputuskan pada pertemuan para tokoh agama dan tokoh masyarakat Toraja dengan Gubernur Terpilih Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah di Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja di Rantepao, Toraja Utara, Senin (6/8/2018).
Pertemuan yang dipimpin Ketua BPS Gereja Toraja Pendeta Musa Salusu dan hadir Ketua Majelis Pertimbangan BPS Gereja Toraja Sangka serta puluhan pendeta dan tokoh masyarakat.
Di Paroki Keuskupan Toraja pertemuan dengan Gubernur Terpilih Prof HM Nurdin Abdullah dihadiri pastor dan Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae.
“Saya usulkan bahwa kita tunda pelaksanaan Lovely Desember. Kita tata dulu Kota Rantepao dan Kota Makale. Kota pariwisata Rantepao dan Makale harus bebas debu dan dibangun trotoar agar turis merasa nyaman. Uang untuk Lovely Desember diserahkan ke kabupaten,” Prof HM Nurdin Abdullah menawarkan.
Tawaran Prof HM Nurdin Abdullah itu sontak dijawab, “Setuju!” oleh hadirin di BPS Gereja Toraja.
Ketika disampaiman ide yang sama, para pastor dan Bupati Nicidemus Biringkanae bertepuk tangan membuat suasana pertemuan hidup.
Prof HM Nurdin Abdullah menjelaskan, untuk tahun anggaran 2019 banyak anggaran untuk membangun infrastruktur di Luwu Raya dan Toraja.
“Kita bangun dahulu infrastruktur. Presiden sudah setuju desain Bandara di Toraja selesai September. Tahun depan jalan dari Buah Luwu ke Rantepao sepanjang 45 kilometer dikerjakan. Kota Rantepao dan Makale ditara dan harus bebas debu,” jelas Prof HM Nurdin Abdullah.
Menurut Bupati Bantaeng dua periode Prof HM Nurdin Abdullah, jalan-jalan ke objek wisata dibangun dengan kualitas standar yang memberi kenyamanan bagi turis.
Kalau semua akses sudah memadai dan memenuhi standar yang memberi kenyamanan bagi turis, menurut Prof HM Nurdin Abdullah dengan sendirinya akan banyak orang yang berkunjung ke Toraja.
“Toraja ini sudah sangat dikenal. Memang Tuhan sudah kasi alam yang luar biasa indahnya. Di tempat lain objek wisata hasil kreasi. Hasil krestivitas saja dikunjungi banyak orang. Kalau di Toraja sudah memang begitu. Alami,” katanya. (**)

