PANGKEP, BKM– Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Ikatan Pemuda Pelwajar dan Mahasiswa ( IPPM) Pangkep, Senin (6/8) menggelar aksi demo menolak pemotongan beasiswa sebesar Rp 300 ribu.Beasiswa gratis yang merupakan program Pemkab Pangkep untuk pembayaran SPP perguruan tinggi ini memiliki besaran Rp 2 juta kepada setiap mahasiswa asal Pangkep yang menempuh pendidikan diberbagai Perguruan tinggi.
Namun dalam perjalanan bantuan Uang kuliah tunggal (UKT) tidak sebesar dari nilai yang tercantum dalam SK Bupati bahwa setiap mahasiswa diberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp 2 juta per semester. Sebab yang diterima mahasiswa hanya Rp 1. 700. 000. Pemotongan inilah yang ikut ditolak para pendemo.
Para pendemo sempat mendatangi kantor DPRD Pangkep untuk menyampaikan aspirasinya ke wakil rakyat, kemudian melakukan long march di jalan poros Pangkep-Makassar menuju Kantor Disdik di Bungoro.
Berbagai kalimat aspirasi ditulis di atas kain spanduk, seperti, Transparansi Mahasiswa Tolak Pengurangan Beasiswa, Menolak Keras Penggerus Beasiswa, Usir Tikus- tikus Berdasi Kabupaten Pangkep. Bahkan ada tulisan yang meminta Kadisdik dicopot.
Saat melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Pangkep. Beberapa wakil rakyat menerima aspirasi mahasiswa IPPM Pangkep di halaman kantor dewan. Tampak Wakil Partai Hanura H Nurdin Mappiara ikut memberikan penjelasan ketika menerima pendemo.
Setelah dari Dewan. Para demonstran melanjutkan perjalanan ke Kantor Disdik di Bungoro. Di depan kantor Disdik. beberapa kali Jenderal lapangan aksi demo, Ridha berteriak meminta Kadisdik keluar dari ruang kerjanya.
” Ayo keluar temui kami untuk berpanas terik bersama. Jangan cuma tinggal dalam ruangan sejuk ber AC. Kami kesini (Disdik) ingin menemui pemegang kekuasaan yang memotong beasiswa kami. Kita rela berjalan kaki untuk mencari pemotong beasiswa, ” teriak Ridha dalam orasinya dari atas truk. (udi)

