MAKASSAR, BKM– Menjelang bangsa Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun ke-73, kemerdekaan. Radio Republik Indonesia (RRI) menggelar dialog dan konser kebangsaan yang mengangkat tema Bangga Indonesia yang di gelar di dua tempat.
Tempat pertama digelar di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan menghadirkan civitas akademika Unhas dan mahasiswa, Jumat (10/8).
Tempat kedua digelar Konser Kebangsaan RRI di Lapangan Karebosi, Makassar, Sabtu (11/8) malam, dengan menghadirkan sejumlah artis asal ibu kota Jakarta seperti Citra Scholastika, Arditho Pramono dan para vokalis Jawara Bintang Radio.
Dalam dialog kebangsaan yang digelar di Unhas, Wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto mengajak mahasiswa untuk berperan dalam meneduhkan situasi politik saat ini. Terlebih lagi, kata Danny jika mahasiswa dimasukki oleh isu-isu politik yang sifatnya radikal maka akan merusak generasi bangsa.
“Tema yang diusung ini, menjadi sebuah nilai referensi mahasiswa yang meneduhkan situasi politik seperti ini. Kita perlu informasi yang fair, mahasiswa tidak terlibat dalam konstilasi politik apapun, saya kira ini juga deduktif dalam memacu dalam pembangunan yang telah kita sepakati bersama, untuk bangsa bertanah air Indonesia,” ungkapnya saat di gedung IPTEK Unhas, Jumat (10/8).
Terkhusus untuk para veteran yang telah berjuang, menurut Danny, bantuan telah disiapkan di pusat, tidak di kab/kota. Namun tidak menutup kemungkinan pemkot juga bisa mengusulkan namun dengan pertimbangan keuangan daerah.
“Posisi RRI menjadi sangat strategis, seperti menyambut 2018 ini apalagi dalam tahun politik seperti saat ini. Khusus Veteran pemkot juga tidak tahu soal dimana posisi politik anggarannya, seandainya memungkinkan kita bisa bantu kita akan bantu. Karena selama ini kita tidak menemukan item itu. Sama misalnya kita mengurusi persoalan perguruan tinggi, itu memang dibatasi oleh negara, seandainya ada kita pasti bantu, veteran itu diatur di pusat,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Unhas yang diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof Arsunan Arsyad menuturkan, dengan adanya dialog dan konser kebangsaan yang diangkat dalam momentum kebangkitan RI ke 73, ini mampu membangkitkan semangat para generasi muda bangsa indonesia, semangat juang memerdekan bangsa Indonesia.
“Tentu kita ingin dengan adanya dialog ini mampu membangkitkan semangat anak muda kita sekarang. Banyak kerusakan yang dirasakan sekarang bisa diperbaiki dengan meraih kejayaaan bangsa indonesia seperti dulu,” katanya.
Direktur Utama RRI, Mohammad Rohanuddin menyatakan kehadiran dialog kebangsaan ini, semata-mata hadir untuk membagikan semangat juang bangsa Indonesia di tengah-tengah generasi muda. Bangga dengan Indonesia itu sangatlah penting, terlebih lagi semangat juang selama 73 tahun mampu dijaga.
“Kita sampaikan sekarang bisa menikmati kemerdekaan ini,berkat perjuangan para nenek moyang kita, dan dipersatukan oleh lautan. yang menjadi tugas kita dalam dialog ini adalah bagaimana kita rakyatnya bangga dengan negaranya sendiri, apalagi dalam kurung waktu 73 tahun indonesia mampu mempersatukan bangsa,” ujarnya.
Kehadiran RRI ini diharapkan, kata Rohanuddin untuk mengkampayekan pesta politik yang bakal digelar ditahun ini dan ditahun depan, agar sadar dengan adanya keberagaman bhineka tunggal ika. Mampu menerapkan kampaye politik damai dan tidak ada kegaduhan.(ita)
Dialog Kebangsaan Diharapkan Menjadi Semangat Generasi Muda
×

