LUWU, BKM — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menuding para pedagang yang membuat keindahan Taman Andi Benni Belopa tercemar. Air Mancur di tengah taman sudah tidak berfungsi dan malah berubah jadi bak pembuangan sampah pengunjung taman.
Tak berfungsinya air mancur ini membuat estetika Kota Belopa menjadi buram. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu, Wahyuddin, Selasa (14/8) mengatakan pedagang yang berjualan di sekitar taman menjadi biang kerok atas semua ini.
“Ah itu saya jengkel dengan para penjual disitu, kalau saya nyalakan semakin banyak orang yang datang sekitar situ sampahnya dibuang sembarangan,” ujarnya.
Kadis mengaku pernah menyurati pedagang yang sepanjang taman Andi Benni agar tidak melakukan proses jual beli pada jam kerja namun tak diindahkan. Bahkan Satpol PP terkesan melakukan pembiaran padahal suratnya kami tembuskan disana.
“Penegakan Perda itukan ranah Satpol PP, jadi harus menertibkan adalah Satpol PP. Saya hanya melayangkan surat saja. Alat itu berfungsi baik, hanya keluarga kita tidak merasa memiliki. Habis lampunya dicuri, habis nosenya juga ambil,” jelasnya.
Pihaknya juga terkendala soal pengisian kolam air mancur yang menggunakan air 40 hingga 50 mobil tangki baru kolam terisi penuh. Kalau menggunakan pompa butuh waktu selama 10 hari untuk pengisian kolam air mancur.
Salah seorang warga Belopa Reza (25) mengaku, kecewa dengan pemerintah yang mengelola taman tersebut.
“Kasian, padahal dulunya orang berdatangan ke sini foto karena ada kolam air mancur dan sekarang sudah jadi tempat sampah,” katanya.
(wan/C)
Kepala DLH Tuding Pedagang
×

