pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bupati Gowa dan Keluarga Kerajaan Duduk Bersama Bahas Accera Kalompoang

GOWA, BKM — Pemkab Gowa dan keluarga Raja Gowa ke 36, Andi Idjo Karaeng Lalolang kini mulai duduk bersama merembukkan rencana persiapan pelaksanaan Accera Kalompoang atau pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa yang dilakukan turun temurun setiap hari raya kurban atau Idul Adha.

Rapat dilakukan, Senin (13/8/2018) oleh kedua pihak. Hal ini merupakan pertama kali dilakukan kedua pihak pasca kedua pihak menyudahi ‘perang dingin’ yang terjadi selama ini.

Pasca wafatnya Raja Gowa ke 37, Andi Maddusila Andi Idjo Karaeng Katangka Daeng Nyonri beberapa bulan lalu, hubungan kedua pihak kembali membaik. Salah satu bukti dari adanya hubungan baik ini adalah dilakukannya duduk bersama untuk membahas rencana persiapan pelaksanaan pencucian benda pusaka kerajaan yang setiap tahun dilakukan pemerintah.

Saat menjamu kunjungan silaturahmi perwakilan keluarga Raja Gowa ke 37 yang diwakili Putra Mahkota Kerajaan Gowa, Andi Kumala Andi Idjo Karaeng Lembang Parang ini, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan berharap ke depannya, prosesi adat Accera Kalompoang akan dilakukan bersama-sama.

Meski begitu, saat ditemui sejumlah media di sela peringatan Hari Pramuka di Bumi Perkemahan Cadika Limbung, Selasa (14/8/2018), Bupati Adnan mengakui dalam pertemuan yang juga dihadiri keluarga raja diantaranya Andi Hasanuddin Abe, Andi Masualle Patta Ago dan lainnya serta hadir pula Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga, belum ada kesepakatan dua pihak.

Bupati Adnan mengatakan, pihaknya bersama keluarga Kerajaan Gowa masih dalam tahap pembicaraan awal untuk menyatukan pemahaman, berkaitan dengan adat budaya pencucian benda kerajaan yang ada di Museum Istana Balla Lompoa.

“Kita belum ada kesepakatan, tapi kita juga akan mengambil beberapa opsi didalam rangka tersebut untuk bisa menyelenggarakan kembali pencucian benda-benda pusaka atau Accera Kalompoang dengan secara bersama-sama,” kata bupati.

Salah satu opsi yang akan dilakukan yakni Bupati Adnan bersama keluarga kerajaan bersepakat bahwa Accera Kalompoang ini untuk tetap dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa bersama dengan seluruh pihak yang ada, termasuk keluarga-keluarga kerajaan yang ada.

“Setiap kegiatan Accera Kalompoang ini dialokasikan dalam APBD Gowa, sehingga pelaksanaannya tetap oleh Pemkab Gowa dengan bersama-sama keluarga kerajaan yang ada,” kata bupati.

Adnan juga mengatakan, acara Accera Kalompoang itu bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Sehingga, jika Idul Adha jatuh pada 22 Agustus nanti, maka pada tanggal itu akan dilakukan pencucian benda-benda pusaka kerajaan.

“Kami (Pemkab) masih menunggu kabar dari pihak keluarga kerajaan dalam satu dua hari lagi, semoga semuanya lancar. Selain soal Accera Kalompoang ini kemarin juga kami sudah bersepakat untuk melakukan rekonsiliasi untuk Istana Balla Lompoa. Saya berharap ini menjadi sebuah momentum untuk memupuk kebersamaan, sehingga kita bisa membangun Kabupaten Gowa secara bersama-sama demi masyarakat Gowa,” jelas Adnan.

Terpisah, Putra Mahkota Andi Kumala Andi Idjo Karaeng Lembang Parang yang dikonfirmasi terkait rencana ritual adat pencucian benda kerajaan membenarkan memang belum ada kesepakatan untuk kegiatan tersebut.

“Kami bersama keluarga baru mau rapat bersama sebentar malam. Kami sangat berharap, kegiatan Accera Kalompoang ini bisa dilaksanakan secara bersama dengan Pemkab Gowa,” kata Andi Kumala Andi Idjo. (saribulan)



×


Bupati Gowa dan Keluarga Kerajaan Duduk Bersama Bahas Accera Kalompoang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar