GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan marah, lantaran acuan untuk menjaga kebersihan di kawasan Car Free Day (CFD) tidak diperhatikan oleh para pedagang kaki lima (PKL) di CFD tersebut.
Usai pelaksanaan CFD, para pedagang meninggalkan begitu saja sampah di sepanjang rute CFD di Jl Masjid Raya hingga Senin (20/8/2018).
Bupati Adnan kesal lantaran CFD yang diberikan Pemkab Gowa untuk PKL tidak dimanfaatkan dengan baik.
“Ini sudah tidak benar, masa’ setiap kali car free day, sampah berserakan di mana-mana,” tandas Adnan menumpahkan marahnya di coffee morning yang dihadiri para pimpinan SKPD lingkup Pemkab di Baruga Karaeng Pattingaloang.
Kemarahan bupati berwajah tampan ini berawal saat tiba-tiba melintas di Jl Masjid Raya pada Minggu siang dan melihat serakan sampah di jalanan eks CFD tersebut.
Begitu disuguhi serakan sampah pagi hari, Bupati Adnan lalu memerintahkan Satpol PP dan Dishub untuk melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar memungut dan membawa pulang sampah-sampah di sekitar tempat jualan mereka.
CFD difasilitaskan kepada PK5 mulai pukul 06.00 hingga 10.00 Wita setiap hari Minggu dengan catatan begitu jam bubar berjualan kondisi jalan raya juga bersih. Tidak boleh ada satu lembar pun sampah tertinggal di jalur Jl Masjid Raya.
“Saya perintahkan Satpol PP untuk memberitahukan mereka agar sampah-sampah itu dipungut. Jika sudah diingatkan dan masih ada pedagang yang tidak mendengarkan maka catat namanya dan jangan biarkan darang menjual di CFD lagi,” tandas bupati.
Sementara itu, Kabid Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup, Abitzar yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menurunkan petugas penyapu dan pengangkutan untuk membersihkan kawasan CFD tersebut.
“Saya turun langsung minggu kemarin. Memang volume sampah akibat ini luar biasa dan kami tidak menyiapkan sejumlah petugas khusus terkait kegiatan di CFD tersebut,” kata Abid sapaan akrabnya.
Karena itu dia mengharapkan kepedulian para pedagang di CFD untuk membersihkan areal sekeliling mereka berjualan. Bukan hanya setelah berjualan tapi setiap saat areal mereka harus tetap dalam keadaan bersih.
Dikatakan Abid, pedagang harus bertanggungjawab terhadap tempat mereka berjualan. “Kami sudah langsung menyampaikannya kepada PK5 sejak kemarin khususnya untuk membuang ke tempat sampah bekas tempat makanan PK5 yang kerap disimpan di dekat tanaman,” kata Abid lagi. (saribulan)

